Muncul Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Berisiko Lolos dari Kekebalan

9 Mei 2022, 16:15:07 WIB

JawaPos.com – Setelah subvarian Omicron BA.1, BA.2, dan BA.3 membuat dunia khawatir dengan lonjakan kasus, kali ini muncul lagi subvarian lanjutan yakni BA.4 dan BA.5. Afrika Selatan melaporkan penemuan subvarian tersebut menyumbang lonjakan kasus Covid-19.

“Garis keturunan BA.4 dan BA.5 dapat lolos dari kekebalan yang diperoleh melalui infeksi BA.1, yang merupakan penyebab kekhawatiran,” kata peneliti di CSIR Institute of Genomics and Integrative Biology (CSIR-IGIB) di New Delhi, India, Bani Jolly dan Vinod Scaria dilansir dari The Hindustan, Senin (9/5).

Akhir November 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan garis keturunan SARS-CoV-2 B.1.1.529 sebagai Variant of Concern (VOC) Omicron. Peningkatan cepat Omicron dan perpindahan garis keturunan sebelumnya dari SARS-CoV-2 di seluruh dunia, khususnya Delta, menunjukkan bahwa Omicron tidak hanya memiliki keunggulan dibandingkan Delta tetapi juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi orang yang sebelumnya memiliki kekebalan terhadap Delta.

Lolos dari Kekebalan Antibodi

Tiga garis keturunan saudara sebelumnya yakni BA.1, BA.2 dan BA.3, bertanggung jawab atas peningkatan kasus Covid-19 di berbagai negara, yang juga menyebabkan infeksi pada individu yang divaksinasi penuh atau sudah divaksin. Seiring waktu, BA.2 menjadi garis keturunan Omicron yang dominan di seluruh dunia. Sampai hari ini, lebih dari 100 sub-garis keturunan Omicron telah terdeteksi dan ditetapkan dari berbagai wilayah di dunia.

Pada April 2022, upaya pengurutan genom oleh para peneliti di Afrika Selatan membantu mengidentifikasi 2 garis keturunan Omicron baru di wilayah tersebut. Afrika kemudian menetapkan 2 subvarian oleh Penugasan Filogenetik Bernama Wabah Global (PANGO ) jaringan sebagai BA.4 dan BA.5.

Terdeteksinya kedua garis keturunan itu juga bertepatan dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang terlihat di Afrika Selatan, sesaat setelah penurunan jumlah sejak gelombang Omicron sebelumnya. Kedua garis subvarian itu telah mendorong gelombang baru kasus di Afrika Selatan.

Sekarang menyentuh lebih dari 10 ribu kasus setiap hari dan tes positif lebih dari 26 persen. Lebih lanjut, peneliti di Afrika Selatan mengatakan bahwa dua garis keturunan BA.4 dan BA.5 dapat lolos dari kekebalan yang diperoleh melalui infeksi BA.1. Sehingga meski sudah divaksin, ada kemungkin terinfeksi.

BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi dalam jumlah rendah di lebih dari 15 negara lain, termasuk Inggris Raya, Austria, Jerman, dan Amerika Serikat. Studi awal dari Afrika Selatan memperkirakan bahwa BA.4 dan BA.5 memiliki keunggulan pertumbuhan yang signifikan atas garis keturunan BA.1 dan juga BA.2.

Subvarian baru itu punya kemampuan untuk menghindari kekebalan dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya. Meskipun berbeda secara signifikan dari garis keturunan BA.1 asli, BA.4 dan BA.5 memiliki protein lonjakan yang identik. Salah satu dari tiga mutasi berbeda yang ditemukan pada garis keturunan BA.4 dan BA.5 adalah L452R dalam protein lonjakan virus. Para peneliti masih menginvestigasi lebih lanjut.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads