alexametrics

Para Lelaki Korban Reynhard Sinaga Bisa Mengalami 2 Fase Trauma

9 Januari 2020, 08:24:53 WIB

JawaPos.com – Para korban Reynhard Sinaga mengalami trauma mendalam. Para korban bisa sulit lepas dari bayang-bayang kejahatan sang pemerkosa. Sehingga membutuhkan dukungan dari lingkungan.

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS Siloam Bogor, dr.Lahargo Kembaren,SpKJ menjelaskan, penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan oleh orang yang mengalami kekerasan seksual agar bisa cepat pulih. Harapan untuk pulih cukup besar apabila segera diberikan penanganan oleh profesional yg memiliki kompetensi seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor, dan pekerja sosial.

“Kesehatan jiwa korban kekerasan seksual menjadi prioritas penanganan kasus ini,” jelasnya kepada JawaPos.com, Rabu (8/1).

Menurutnya, setiap pemerkosaan/kekerasan seksual akan memberikan respon stres pada mereka yang mengalaminya. Antara lain keluhan somatik (fisik), keluhan kognitif, keluhan psikologis (perasaan), dan keluhan perilaku. Dan korban bisa mengalami dua fase trauma.

Fase Akut

Terjadi segera setelah kejadian kekerasan seksual sampai 2-3 minggu. Korban menjadi disorganisasi. Gejala emosional yang kuat dialami oleh korban, yaitu menangis, senyum, dan tertawa tanpa sebab yang jelas. Bahkan terlihat tenang dan terkontrol, seperti tidak terjadi apa-apa, datar, marah, ketakutan, cemas/khawatir, syok, dan ekspresi emosi tumpul.

Reaksi akut di atas muncul karena ketakutan akan cedera fisik, keamanan, dan kematian. Setelah korban merasa aman, maka akan muncul berbagai gejala lain yaitu mood swing (kadang senang, kadang sedih), merasa terhina, harga diri rendah, malu, rasa bersalah, menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berdaya, merasa tidak punya harapan, marah, ingin balas dendam, hingga takut kejadian terulang

Fase Jangka Panjang

Terjadi setelah 2-3 minggu kejadian. Pada fase ini, korban mulai melakukan reorganisasi kehidupannya, bisa terjadi 2 hal yakni adaptif (korban bisa kembali beradaptasi dengan keadaan, kembali berfungsi dan produktif) atau maladaptif (korban tidak bisa menyesuaikan dengan keadaan, gejala pada fase akut menetap, muncul berbagai gejala psikologis yang mengganggu fungsi dan aktivitas sehari hari).

Kemampuan korban kekerasan seksual melewati fase ini tergantung pada umur korban. Semakin muda semakin sulit beradaptasi untuk pulih. Tergantung pada support system dan dukungan yang diperoleh. Proses pemulihannya juga dipengaruhi kepribadian dasar yang dimiliki sebelumnya, dan situasi kehidupan yang dijalani.

Apabila trauma korban tidak teratasi dengan baik maka korban kekerasan seksual dapat mengalami berbagai gangguan kejiwaan seperti PSTD (post traumatic stress disorder/ gangguan stres paska trauma), depresi, ansietas (kecemasan), psikotik (gangguan dalam menilai realitas, ditandai dengan adanya halusinasi dan delusi/waham), dan gangguan seksualitas

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads