Varian Covid-19 XBB Lebih Menular tapi Dosis Booster Masih Rendah

8 November 2022, 16:46:48 WIB

JawaPos.com – Varian baru dan subvarian baru masih menjadi ancaman. Munculnya subvarian Omicron XBB tidak dibarengi dengan cakupan vaksin booster yang memadai. Angka cakupan vaksin booster masih rendah yakni 27 persen.

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), bersama dengan program Breakthrough ACTION for Covid-19 yang didukung oleh The United States Agency for International Development (USAID), telah memperluas akses vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Berbicara dalam acara media briefing bertajuk ‘SIAP Lanjutkan ProKesnya, SIAP Lengkapi Vaksinasinya’, Ahli Epidemiologi Iwan Ariawan mengatakan, kedaruratan Covod-19 di Indonesia belum berakhir, terlebih saat ini telah muncul varian-varian baru.

“Jadi mari segera kita akhiri pandemi ini dengan melengkapi vaksinasi Covid-19 sampai booster dan terus melakukan ProKes,” katanya secara virtual, Selasa (8/11).

Ia mengakui tidak dapat dipungkiri bahwa kesenjangan vaksinasi saat ini masih besar. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada September 2022 menunjukkan bahwa dari total 210 juta orang di Indonesia yang telah menerima vaksinasi Covid-19, hanya 43,967,085 yang sudah melengkapi dosis vaksinasi. Pada kelompok lansia, hanya 6,698,254 yang sudah melengkapi dosis vaksinasi. Masih banyak kelompok masyarakat yang belum terwakili dan mendapatkan akses vaksinasi karena hambatan sosial, budaya dan ekonomi, seperti lansia, masyarakat adat, agama, dan pekerja seni budaya. Selain itu, tantangan lain yang masih harus diperhatikan adalah adanya hambatan akses dan suplai vaksinasi.

“Masih sangat diperlukan dorongan untuk menggalakkan dan memotivasi masyarakat untuk melengkapi dosis vaksinasi dan membangkitkan urgensi terhadap pemerintah untuk memperhatikan akses dan suplai vaksin,” katanya.

Di sisi lain, kata dia, setelah hampir tiga tahun disuguhi oleh berita-berita terkait Covid-19, masyarakat dan juga media sudah jenuh menerima informasi terkait Covid-19. Saat ini yang terjadi adalah euforia endemi.

“Media, baik nasional maupun regional, sudah tidak banyak lagi mempublikasikan berita-berita terkait Covid-19,” lanjutnya.

Menurut Communication Team Leader Breakthrough ACTION for Covid-19 program Dian Rosdiana, untuk meningkatkan cakupan vaksin diperlukan komitmen para pimpinan nasional, daerah serta tokoh masyarakat. Mereka memiliki peran yang sangat penting atas kesuksesan pelaksanaan vaksinasi baik di nasional maupun di daerah.

Capaian Vaksin

Hal senada sebelumnya disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Erlina Burhan, Sp.P yang mengatakan angka kasus Covid-19 naik 2 kali lipat. Tak hanya kasus positif, angka kematian di tanah air naik lebih dari 2 kali lipat.

“Pada Oktober rata-rata 13 orang, kini tercatat sudah 32 jiwa sehari. Ini harus diwaspadai. Siapa saja yang berisiko,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan salah satunya dengan mendatangi sentra vaksinasi untuk segera melakukan booster. Akan tetapi menurut dr. Erlina, stok vaksinasi untuk booster saat ini menipis.

“Saya mendapatkan informasi bahwa stok vaksin booster menipis. Kami tidak tahu apakah ini kendala di logistik atau distribusi apakah di tingkat nasional atau daerah. Yang jelas, vaksinasi booster stagnan,” kata dr. Erlina.

Pada saat sebelum subvarian XBB muncul, cakupan vaksinasi booster yakni 27 persen. Dan setelah XBB muncul, cakupan hanya 27,7 persen.

“Dosis stagnan dan lambat. Peningkatan kecil sekali. Kami mendorong pemerintah memfasilitasi. Banyak sentra vaksin mengatakan stok sedikit. Padahal kita berpacu dengan subvarian baru yakni XBB yang merupakan keluarga dari Omicron,” tegasnya.

Cakupan vaksin dosis 1 yakni sebesar 87 persen dan dosis 2 yakni 73 persen. Akan tetapi cakupan varian Covid-19 hanya 2 dosis tak akan cukup menghadapi subvarian baru yang mampu lolos dari imun antibodi

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads