alexametrics

Menjaga Kesehatan Ginjal, Penuhi Asupan Air Per Hari

8 November 2021, 07:48:28 WIB

Kecil-kecil bak cabai rawit. Istilah itu sepertinya cocok disematkan untuk si mungil ginjal. Meski mini, jangan meremehkan ginjal. Tugasnya berat. Menyaring dan mengusir limbah berlebih dari darah, kemudian mengeluarkannya lewat urine.

MANUSIA bisa hidup normal hanya dengan ginjal yang berukuran seperempat. Bayangkan, sekarang cuma seperempat lho! Padahal, bentuk ginjal itu diperkirakan seperti kacang. Kurang lebih 9–10 cm lebarnya.

Ah, kecil saja bentuknya. Gampang deh merawatnya. Namun, faktanya angka pasien dengan penyakit ginjal meningkat. Salah satunya, penyakit ginjal kronis (PGK). Berdasar riset kesehatan dasar (riskesdas) pada 2018, sekitar 3,8 persen penduduk Indonesia menderita PGK.

Angka tersebut naik dari semula 1,8 persen pada riskesdas 2013. Indonesian Renal Registry mencatat, pasien aktif yang menjalani hemodialisis sejumlah 77.892 orang pada 2017. Mayoritas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Jika ginjal sudah ngambek, siap-siap bahaya akan sowan ke tubuh. Fungsi ginjal pasti terganggu. Dokter Decsa Medika Hartanto SpPD mengatakan, ginjal juga mengatur regulasi cairan. Saat tubuh kekurangan cairan, ginjal akan menjaga tubuh supaya tetap mendapatkan cairan. Sebaliknya, jika tubuh kelebihan cairan, ginjal akan menyeimbangkannya. Jadi, tubuh tetap stabil.

Selain itu, ginjal punya kekuatan lain yang tidak kalah hebatnya dengan Captain America. Mulai mengeluarkan racun dalam tubuh melalui air kemih, regulasi vitamin D yang dibutuhkan tulang, menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah dan mengontrol produksi sel darah merah, hingga pengatur tekanan darah.

Lantas, bagaimana merawat ginjal? Mudah. Penuhi kebutuhan air per hari. Decsa menjelaskan, ada cara menghitung asupan air yang harus dipenuhi. Yaitu, berat badan (BB) dikalikan 30. Misalnya, BB 75 kilogram dikali 30, maka 2.250. Kemudian, hasil akhir ditambah 500. Itu artinya, untuk BB 75 kilogram, asupan air yang masuk sekitar 2.750 cc.

Jika terlalu banyak minum, lebih dari takaran, kinerja ginjal lebih berat. Decsa menyampaikan, apabila ada tambahan aktivitas yang dinilai berat, konsumsi air bisa ditambah. ”Air yang bagus apa? Yang tidak berwarna, tak berasa, dan tidak bau,” imbuhnya.

Selain perlu memperhatikan konsumsi minum, tekanan darah wajib dipantau. Tekanan darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko masalah ginjal dan jantung. Termasuk gula darah dalam tubuh (diabetes).

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c13/tia

Saksikan video menarik berikut ini: