JawaPos Radar

Hati-hati Ladies, Bekerja Terlalu Lama Berisiko Kena Diabetes Tipe II

08/07/2018, 15:35 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Hati-hati Ladies, Bekerja Terlalu Lama Berisiko Kena Diabetes Tipe II
Diabetes adalah sebuah kondisi banyaknya kadar gula di dalam darah. (Daily Express)
Share this

JawaPos.com - Diabetes di era modern semakin mengancam masyarakat. Tak hanya kaum urban, masyarakat pedesaan juga rentan terkena penyakit diabetes tipe II akibat asupan kalori dan gula berlebih. Ternyata, perempuan juga lebih berisiko apalagi bagi mereka yang sering bekerja lembur atau bekerja dalam waktu yang lama.

Dikutip dari Diabetes.co.uk, Minggu (8/7), perempuan yang bekerja berjam-jam bisa berisiko lebih besar terkena diabetes tipe II. Data itu diungkapkan oleh para peneliti.

Sebuah studi 12-tahun di Kanada menyelidiki pola kerja lebih dari 7 ribu pekerja perempuan yang berusia antara 35-74 tahun. Temuan menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja lebih dari 45 jam seminggu lebih berpotensi terkena diabetes tipe II dibandingkan dengan mereka yang bekerja lebih sebentar.

Penelitian ini melibatkan pengelompokan semua peserta ke dalam kelompok yang berbeda, tergantung jam kerja mereka. Faktor-faktor yang berpengaruh seperti usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status perkawinan, orang tua, etnis, kesehatan jangka panjang, gaya hidup dan berat badan juga diperhitungkan. Sekitar 10 persen dari peserta perempuan ternyata terpapar diabetes tipe II pada akhir studi selama belasan tahun.

Perempuan berisiko terkena diabetes tipe II sebanyak 63 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang bekerja hanya 35 dan 40 jam dalam seminggu. Apalagi jika mereka sudah mengalami obesitas.

Penulis, peneliti dan ahli epidemiologi Mahee Gilbert-Ouime di Institute for Work and Health di Toronto, mengatakan wanita cenderung lebih banyak bekerja lagi di rumah dalam mengurus rumah tangga. Sehingga orang berasumsi bahwa bekerja di luar rumah selama berjam-jam dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Sebab saat bekerja terlalu lama, tubuh lebih lelah, banyak camilan, dan stres. Hal itu membuat gula darah tak terkontrol.  

Mengidentifikasi faktor risiko yang dimodifikasi dengan pencegahan dapat mencegah banyak kasus diabetes. Jangan sampai tersadar menderita diabetes ketika sudah mengalami komplikasi seperti gagal ginjal, jantung, dan stroke. Hasil studi ini juga sudah diterbitkan dalam jurnal BMJ Diabetes Research & Care.

Sehingga, asupan makanan seimbang dan olahraga yang sehat untuk meningkatkan kadar gula bisa menjaga kadar gula darah dan menurunkan berat badan.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up