JawaPos Radar

Ingin Sperma Sehat, Kurangi Rokok dan Alkohol

08/06/2018, 20:57 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kepala Instalasi Kesehatan Reproduksi RSUP dr Sardjito Yogyakarta, Muhammad Anwar
BAYI TABUNG: Muhammad Anwar, Kepala Instalasi Kesehatan Reproduksi RSUP dr Sardjito Yogyakarta menyarankan agar berperilaku hidup sehat agar mudah memperoleh anak. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Rokok dan alkohol menjadi faktor yang mempunyai dampak lebih terhadap kesehatan sperma pria. Keduanya berpotensi mempengaruhi kemampuan reproduksi organ tubuh.

Muhammad Anwar, Kepala Instalasi Kesehatan Reproduksi RSUP dr Sardjito Yogyakarta, mengatakan selain kedua hal itu, sperma seorang pria juga dapat rusak akibat infeksi di selangkangan.

Berolahraga sepeda terlalu ekstrem intensitasnya, ataupun sering juga memangku laptop juga dapat mempengaruhi kualitas sperma. "Yang jelas, kurangi rokok dan alkohol, hiduplah sehat. Jangan terlalu sering memangku komputer, pangku istri anda," katanya, di sela acara buka bersama RSUP Dr Sardjito di loby hotel Inna Garuda Jogjakarta, Jumat (8/6).

Perilaku hidup sehat, selain daripada untuk menunjang kualitas sperma juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat. Terutama jenis buah-buahan.

Perilaku hidup sehat ini ditekankannya, meski perkembangan teknologi semakin mempermudahkan orang untuk mempunyai buah hati. Seperti yang telah ada di RSUP Dr Sardjito sejak 1996 silam, yang berupa inisasi program bayi tabung.

"Program ini untuk membantu suami istri yang kesulitan untuk mendapatkan anak," kata profesor yang juga sebagai ketua program permata hati, atau inisiasi bayi tabung ini.

Proses bayi tabung dilakukan dengan memakai sperma ternak dari suami dimasukkan ke dalam rahim istrinya. Metodenya dengan cara penyuntikan.

Caranya, terlebih dahulu wanita pasien mendapatkan suntikan agar sel telurnya berkembang. Biasanya sebulan hanya keluar 1 sel telur, maka dengan diberi penetrasi berupa suntik itu maka akan menghasilkan 5 sampai 7 telur.

Setelah itu ditetesi dengan sperma terbaik dari suaminya untuk membentuk embrio. Lalu embrio tersebut dimasukkan ke dalam rahim istri.

Sementara itu, Sofyan Hiddad, ahli bayi tabung dari RSUP Dr Sardjito menambahkan, di Jogja satu-satunya rumah sakit yang melayani program ini hanya di Sardjito.

Saat ini perbulan pasiennya mencapai 25 bayi tabung dari seluruh Indonesia. Untuk mengikuti program ini, pasien baru dibebankan biaya kisaran Rp 50 juta. "Sebulan ada sekitar 25 pasien bayi tabung. Ini pasien baru," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up