alexametrics

3 Hal yang Paling Menjadi Sorotan terkait Virus Korona di Media Sosial

8 Februari 2020, 16:24:39 WIB

JawaPos.com – Awal tahun 2020, publik dunia dihebohkan dengan virus Korona yang mewabah. Virus yang berawal dari Wuhan, Tiongkok, itu sudah merenggut sekitar 562 jiwa di Tiongkok dari total 564 kematian di seluruh dunia.

Sampai saat ini terdapat 28.018 kasus terkait virus Korona yang menyebar ke sejumlah negara. Seperti di Asia, Australia, Amerika hingga Eropa. Ganasnya virus Korona tentu menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dari tanggal 1 Januari hingga 5 Februari 2020, ada sekitar 11.497 pembicaraan di media sosial berkaitan dengan virus Korona. Hal itu berdasarkan hasil patroli di media sosial yang dilakukan media intelligence Isentia.

Dari semua percakapan di medsos terkait virus Korona, setidaknya ada 3 hal utama yang menjadi fokus netizen. Ketiganya berkaitan dengan kekhawatiran masyakat Indonesia akan virus tersebut. Ketiganya adalah gejala virus Korona, cara menghindari virus Korona dan masker.

“Dari hasil analisis di periode tersebut, percakapan medsos didominasi oleh tingginya respon dan kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran virus Korona,” kata Yudha Prawira selaku Insights Manager dari Isentia Indonesia, Sabtu (8/2).

Berdasarkan hasil percakapan di media sosial, banyak netizen membahas gejala awal yang timbul apabila tertular virus Korona. Gejala-gejala tersebut antara lain pilek, demam, batuk, sesak hingga pneumonia. Warganet juga banyak membahas soal cara menghindari penularan virus ini. Virus Korona katanya dapat dihindari dengan mencuci tangan secara berkala, menggunakan masker, dan menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk.

Masker juga menjadi topik yang ramai dibicarakan netizen. Sedikitnya masker disinggung netizen sekitar 4.577 kali di media sosial. Mulai dari mereka yang mengeluhkan sulitnya mencari masker, sampai harga penjualan masker bedah dan N-95 yang melonjak.

Yudha menjelaskan, postingan soal virus Korona di media sosial membentuk persepsi dan ketakutan di masyarakat. “Kita juga dapat melihat bahwa unggahan atau perbincangan netizen dapat membentuk persepsi publik secara luas terhadap suatu peristiwa. Dalam hal ini misalnya, isu-isu yang berkembang membuat virus Corona terlihat lebih mengerikan. Meskipun sebenarnya sudah ada cara penanggulangannya,” urai Yudha.

Topik yang juga banyak dibicarakan netizen, khususnya di Twitter, adalah berkaitan dengan isu virus Korona dapat menyebar melalui handphone dari produsen Tiongkok. Namun belakangan isu itu sudah diklarifikasi dan dibantah oleh Kementerian Kesehatan RI. Ditegaskan bahwa virus Korona tidak dapat menempel pada benda mati seperti handphone.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Abdul Rahman


Close Ads