
Petugas saat memeriksa suhu badan penghuni di apartement Mediterania Residents, Kamis (6/2/2020). Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat gelar sosialisasi penularan virus Corona kepada penghuni apartemen. Pencegahan virus bisa dimulai dengan rajin mencuci ta
JawaPos.com - Awal tahun 2020, publik dunia dihebohkan dengan virus Korona yang mewabah. Virus yang berawal dari Wuhan, Tiongkok, itu sudah merenggut sekitar 562 jiwa di Tiongkok dari total 564 kematian di seluruh dunia.
Sampai saat ini terdapat 28.018 kasus terkait virus Korona yang menyebar ke sejumlah negara. Seperti di Asia, Australia, Amerika hingga Eropa. Ganasnya virus Korona tentu menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dari tanggal 1 Januari hingga 5 Februari 2020, ada sekitar 11.497 pembicaraan di media sosial berkaitan dengan virus Korona. Hal itu berdasarkan hasil patroli di media sosial yang dilakukan media intelligence Isentia.
Dari semua percakapan di medsos terkait virus Korona, setidaknya ada 3 hal utama yang menjadi fokus netizen. Ketiganya berkaitan dengan kekhawatiran masyakat Indonesia akan virus tersebut. Ketiganya adalah gejala virus Korona, cara menghindari virus Korona dan masker.
"Dari hasil analisis di periode tersebut, percakapan medsos didominasi oleh tingginya respon dan kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran virus Korona," kata Yudha Prawira selaku Insights Manager dari Isentia Indonesia, Sabtu (8/2).
Berdasarkan hasil percakapan di media sosial, banyak netizen membahas gejala awal yang timbul apabila tertular virus Korona. Gejala-gejala tersebut antara lain pilek, demam, batuk, sesak hingga pneumonia. Warganet juga banyak membahas soal cara menghindari penularan virus ini. Virus Korona katanya dapat dihindari dengan mencuci tangan secara berkala, menggunakan masker, dan menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk.
Masker juga menjadi topik yang ramai dibicarakan netizen. Sedikitnya masker disinggung netizen sekitar 4.577 kali di media sosial. Mulai dari mereka yang mengeluhkan sulitnya mencari masker, sampai harga penjualan masker bedah dan N-95 yang melonjak.
Yudha menjelaskan, postingan soal virus Korona di media sosial membentuk persepsi dan ketakutan di masyarakat. “Kita juga dapat melihat bahwa unggahan atau perbincangan netizen dapat membentuk persepsi publik secara luas terhadap suatu peristiwa. Dalam hal ini misalnya, isu-isu yang berkembang membuat virus Corona terlihat lebih mengerikan. Meskipun sebenarnya sudah ada cara penanggulangannya,” urai Yudha.
Topik yang juga banyak dibicarakan netizen, khususnya di Twitter, adalah berkaitan dengan isu virus Korona dapat menyebar melalui handphone dari produsen Tiongkok. Namun belakangan isu itu sudah diklarifikasi dan dibantah oleh Kementerian Kesehatan RI. Ditegaskan bahwa virus Korona tidak dapat menempel pada benda mati seperti handphone.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
