JawaPos Radar

Fenomena Cuaca Dingin, Waspadai 3 Penyakit Ini

07/07/2018, 19:33 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Fenomena Cuaca Dingin, Waspadai 3 Penyakit Ini
Ilustrasi (Pixabay/Public Domain Archive)
Share this image

JawaPos.com – Beberapa waktu terakhir terjadi perubahan udara ekstrim di sebagian Pulau Jawa. Terjadi  terutama pada sore, malam dan dini hari. Ada 3 penyakit yang dimungkinkan muncul akibat cuaca ektrem tersebut.  

Catatan Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mengungkapkan bahwa suhu udara Jakarta berada pada titik 24 derajat celcius, bahkan jika kita terus bergerak kearah barat Depok dan Bogor suhu udara berada pada titik di bawah 20 derajat.

Menurut beberapa laporan, di Bandung suhu pada malam hari mencapai 17 derajat celcius. Sementara itu di Purworejo mencapai 22 derajat celsius. Secara rata-rata penurunan suhu terjadi  pada kisaran 20-30 persen dari hari-hari biasa.

"Tentu perubahan penurunan suhu udara yang ekstrem ini perlu diantisipasi. Saya coba mengidentifikasi 2 penyakit yang bisa timbul jika terjadi perubahan suhu udara yang ekstrem saat ini," tegas Ari kepada JawaPos.com, Sabtu(7/7).

Selain ada dua jenis penyakit yang harus diantisipasi, ada juga kelompok masyarakat yang berisiko.

Penyakit Kronis yang Sudah Ada Sebelumnya 

Akan muncul penyaki kekambuhan karena udara dingin. Antara lain asma (sesak nafas), pilek alergi (rinitis alergi), sinusitis serta alergi kulit karena udara dingin timbul bentol-bentol dan gatal.

Penyakit yang Timbul Langsung Akibat Udara Dingin 

Kulit menjadi kering, kulit telapak kaki menjadi pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir dan kadang kala timbul mimisan. Jika paparan udara dingin terus berlangsung akan terjadi penurunan suhu tubuh (hipotermia), tentu hal ini akan mengganggu masyarakat.

Selain itu, perubahan cuaca ekstrem ini akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Menjadi mudah terjangkit penyakit infeksi virus atau bakteri. Umumnya berupa infeksi saluran pernafasan atas. Jika tidak diantisipasi, penyakit tersebut berlanjut menjadi infeksi pada paru.  

Kelompok Berisiko

Ada kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi gangguan kesehatan karena cuaca dingin yaitu para usia lanjut, anak dan balita. Masyarakat dengan penyakit kronis misalnya mempunyai penyakit diabetes, gangguan jantung dan pembuluh darah serta individu  yang mempunyai masalah dengan tiroid. 

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up