alexametrics

Pasien Hipertensi 3 Kali Lipat Berisiko Stroke dan Gagal Jantung

7 Juni 2021, 13:34:55 WIB

JawaPos.com – Sebagian orang belum menyadari bahaya hipertensi atau penyakit darah tinggi. Hipertensi, yang juga disebut the silent killer, sering terjadi tanpa keluhan dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Padahal ancaman komplikasi seperti jantung dan stroke selalu bisa datang kapan saja jika tensi tak terkontrol.

Menurut Yayasan Jantung Indonesia (YJI), hipertensi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Untuk memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang tahun ini bertema ‘Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat untuk Hidup Sehat Lebih Lama’, PT OMRON Healthcare Indonesia, mengajak siapapun rutin mengukur tekanan darah secara berkala.

Ahli jantung dan pemerhati hipertensi Dr. Badai Bhatara Sp.JP, FIHA, MM mengatakan, hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sampai dua kali, dan risiko gagal jantung serta stroke sampai tiga kali. Maka untuk mencegahnya adalah harus rutin memantau tekanan darah.

“Kita harus menumbuhkan kesadaran diri untuk melakukan cek kesehatan, melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, dan mencegah serta mengendalikan hipertensi dengan memodifikasi gaya hidup seperti rajin berolahraga juga membatasi asupan garam,” ujar dr. Badai yang juga staf di divisi prevensi dan rehabilitasi, departemen kardiologi dan kedokteran vaskular, FK Unpad.

Pemantauan tekanan darah bisa dilakukan secara mandiri di rumah.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18-39 tahun mencapai 7,3 persen dan prevalensi pre-hipertensi di rentang usia ini mencapai jauh lebih tinggi lagi, yakni 23,4 persen.

Di masa pandemi, hipertensi patut diwaspadai sebagai komorbid atau penyakit penyerta teratas yang mengikuti penderita Covid-19. Menurut data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 1 Juni 2021, tiga besar komorbid tertinggi yang ditemukan pada pasien Covid-19 adalah hipertensi (50 persen), diabetes melitus (36.6 persen), penyakit jantung (17,4 persen).

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads