alexametrics

Mengenal Vaginismus, Kesulitan ketika Berhubungan Seksual

6 Desember 2021, 07:48:48 WIB

Penanganan vaginismus bergantung pada penyebabnya. Jika dipicu faktor anatomis, vaginismus dapat diobati sesuai dengan kondisi fisiknya. Lain halnya jika vaginismus terjadi karena faktor psikologis. Pasien harus diterapi bertahap sesuai dengan tingkat keparahan. Mulai senam kegel agar otot-otot sekitar vagina rileks atau dilatasi mandiri dengan menggunakan dilator.

”Alat tersebut menyerupai penis dan melatih otot vagina agar berkontraksi,” ungkap dr Eighty. Bila tidak mampu melakukan dilatasi sendiri, pasien bisa dibantu dokter obgyn.

Jika dua upaya itu sudah dicoba dan bisa mengatasi keluhan vaginismus, permasalahan selesai. Namun, sebagian pasien tidak mampu melakukan keduanya. Karena itulah, dokter obgyn biasanya akan memberi injeksi botoks. Pasien diberi suntikan di sekitar otot-otot vagina. Efek pemberian injeksi itu bisa bertahan selama 4–6 bulan.

Injeksi botoks diberikan saat pasien dibius. Dengan begitu, pasien merasa tenang dan rileks saat uji coba penetrasi berlangsung. Pemberian injeksi itu juga bergantung kepada pasien. ”Ada yang tiap program hamil selalu suntik,” jelas dr Eighty.

Bagi pasien yang telah berhasil menjalani terapi dan pengobatan, kemungkinan hamil lebih tinggi. Lantas, saat melahirkan, pasien juga disarankan berkonsultasi. ”Jika kondisi vaginismusnya dulu berat, disarankan operasi agar tidak trauma,” tandas dia.

GEJALA-GEJALA

– Saat berhubungan seksual disertai rasa sakit. Kerap diikuti sesak dan nyeri serta perasaan terbakar atau menyengat

– Sulit penetrasi, bahkan tidak bisa

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : nas/c14/tia

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads