alexametrics

Tak Cukup dengan Jahe dan Lemon, Simak 3 Syarat Diet yang Sehat

6 November 2019, 14:15:19 WIB

JawaPos.com – Banyak artikel yang bisa menjadi rekomendasi seseorang yang kegemukan untuk menjadi langsing. Bahan-bahan herbal seperti jahe dan lemon sering disebut bisa menurunkan berat badan secara efektif jika diminum rutin. Tapi, apakah itu benar?

Pakar dietisien, Geetruida D. Rory menjelaskan, mengonsumsi bahan herbal memang boleh-boleh saja. Namun untuk menurunkan berat badan, kata dia, tidak bisa instan dengan jahe atau lemon saja. Semuanya tetap harus diimbangi dengan asupan kalori yang sesuai dan olahraga.

“Fungsinya lemon kan vitamin C dosis tinggi. Bisa juga untuk diet. Tapi tetap dibarengi asupan. Asupan energi atau kalori yang harus dibatasi. Nggak hanya minum lemon tapi makan tetap seenaknya. Tetap apa yang intake maka output-nya pasti sesuai,” katanya.

Geetruida memberikan langkah-langkah diet sehat yang tepat dan tak menyiksa tubuh. Apa saja?

 

1. Turun Secara Bertahap
Seseorang yang ingin menurunkan berat badan secara sehat tidak bisa dilakukan dengan cepat. “Harus bertahap, rata-rata baru bisa terlihat 3 bulan kemudian,” katanya.

Penurunan berat badan yang sehat biasanya 0,5 – 1 kilogram per minggu dengan menurunkan asupan 500-1000 kalori per hari. Saat seseorang mengalami obesitas dan ingin menurunkan berat badan, umumnya terjadi kecepatan tinggi pada 4 bulan pertama.

“Saat 4 bulan pertama itu cepat sekali turunnya. Karena saat awal-awal masih semangat tahap penyesuaian kalorinya,” jelas Geetruida.

 

2. Diet Gizi Seimbang
Seseorang tetap harus mengonsumsi gizi seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Ketika protein terlalu banyak maka akan membuat kinerja glomerulus menjadi berat dan berpotensi merusak ginjal.

“Kalau sudah rusak, maka ginjal luka harus cuci darah. Susah disembuhkan,” katanya.

 

3. Ganti dengan Buah
Gantilah cemilan dengan buah. Cemilan bisa dikonsumsi dua kali sehari pada pertengahan pagi dan siang, dan pertengahan siang dan sore. Makan buah saat malam hari juga dibenarkan, karena di dalam buah juga mengandung kalori dari gula buah yang membelikan energi.

“Saya kadang-kadang kasih pasien kombinasi kok. Misalnya jika komsumsinya sedikit bisa diganti dengan buah pisang yang gula dan indeks glikemiknya tinggi biar kalorinya tercukupi. Kalau seharian sudah dua kali makan nasi dengan gizi seimbang artinya saat sarapan dan makan siang, malam hanya buah saja juga boleh. Kan dietnya low carbs bukan no carbs. Tidak makan sama sekali saat malam juga tidak kami sarankan, karena energi bisa didapat dari karbohidrat,” tandasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads