alexametrics

Pertamina Siapkan Dua RS Khusus Pasien Positif Covid-19

6 April 2020, 20:10:37 WIB

JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) telah menetapkan rumah sakit Pertamina Jaya (RSPJ) sebagai rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19. Adapun, Hotel Patra Jasa pun juga dialihkanfungsikan menjadi Rumah Sakit Darurat.

Direktur SDM Pertamina Kushartanto menyebutkan bahwa telah ada 800 tenaga medis yang siap menangani para pasien. Selain itu, juga ada tenaga pendukung melalui rekrutmen baru dan mendayagunakan SDM yang sudah ada di RSPJ.

“Pertamina menyediakan dua aset Pertamina yakni RS Pertamina Jaya (RSPJ) dan Hotel Patra Comfort, yang letaknya persis bersebelahan di daerah Jakarta Pusat untuk dialihfungsikan menjadi RS khusus,” katanya dalam siaran pers, Senin (6/4).

Di waktu yang sama, Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat menuturkan bahwa pihaknya telah menyiaplan bangunan ruang rawat 90 bed modular di Hotel Patra Jasa.

“Untuk rehab dilakukan di ruang tempat tidur setingkat intensive Care Unit (ICU) dan Non ICU, laboratorium diagnostic, radiologi serta ruang IGD serta fasilitas pendukung lainnya di RSPJ. Perbaikan area lantai 2 dan 3 sebanyak 48 ruang di RSPJ meliputi pekerjaan arsitektur, plumbing, gas medis, elektrikal, elektronika dan pengadaan instalasi AHU,” terangnya.

RS Pertamina Jaya pun juga dilengkapi dengan Command Center dimana 65 RS BUMN di seluruh Indonesia terkoneksi. Sehingga, nantinya masing-masing RS BUMN bisa mengetahui di mana Rumah Sakit yang kekurangan alat dan juga di mana RS yang masih tersedia kamar.

“Dengan adanya command center ini memudahkan untuk antisipasi pasien dan juga memastikan layanan prima untuk pasien,” tambah dia.

Kemudian, Pertamina turut menyiapkan 65 kamar isolasi dengan Negative Pressure untuk merawat pasien yang positif Covid-19. Fasilitas kesehatan yang disiapkan baik di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Hotel Patra Jasa dan RSPJ mengikuti standar yang ditetapkan WHO, di mana di laboratoriumnya terdapat alat test dari Swiss yang bisa melakukan 1.300 sampel per hari.

“Alat ini akan menganalisa asam nukleat yang diekstraksi dari air liur atau lendir pasien dan membandingkannya dengan urutan yang ditemukan pada strain virus corona dan dapat memberikan hasil tes dalam waktu empat jam,” tutup dia.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads