alexametrics

Anak ASI Tidak Rentan Alami Speech Delay

5 Oktober 2019, 19:14:00 WIB

JawaPos.com – Tidak ada makanan yang lebih ajaib manfaatnya untuk bayi ketimbang air susu ibu alias ASI. Namun, belum semua calon ibu, bahkan yang sudah menjadi ibu, menyadari kehebatan ASI. Hal itu diungkapkan Dr dr Dian Pratamastuti SpA yang menjadi konselor ASI dan menyusui. Dia menyebutkan, kurangnya pengetahuan merupakan salah satu faktor kegagalan menyusui ASI.

’’Beberapa calon mama tahunya ASI itu untuk kekebalan. Tetapi, belum banyak yang tahu keunggulan ASI secara detail,’’ ujar dokter spesialis anak yang berpraktik di National Hospital (NH) itu. Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa kegagalan menyusui ditandai dengan beberapa hal. Sebut saja si ibu sudah berusaha menyusui si kecil. Namun tiba-tiba patah di tengah jalan.

Dian menambahkan, persentase ibu menyusui di Indonesia saat ini 38 persen. Tahun depan, angka itu ditargetkan meningkat menjadi 60–65 persen. ’’Makanya, kenapa konselor ASI kayak saya ini cerewet terus,’’ katanya, lantas tertawa. Dia pun yakin bahwa calon ibu tidak akan berpikir dua kali saat tahu secara detail manfaat ASI. ASI juga bermanfaat untuk calon ibu. Yakni, mencegah kanker ovarium, melangsingkan tubuh, hingga sebagai kontrasepsi alami.

Alumnus doktor dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) tersebut menuturkan, bayi susu formula (sufor) akan tampak lebih besar, bahkan overweight. Sebab, bayi mengonsumsi protein dan gula yang sangat banyak dari sufor. Sementara itu, pada ASI, ada enzim laktosa tinggi untuk kecerdasan otak bayi. Juga bersifat pencahar alami. Dengan demikian, pencernaan lebih sehat dan penyerapan nutrisi lebih optimal.

’’Semua penyakit berawal dari pencernaan. Tapi, coba lihat bayi ASI. Mereka enggak gampang sakit. Sebab, laktosa itu sifatnya asam, membersihkan usus. Bakteri dan kuman tidak mau bersarang di pencernaan bayi karena ususnya sehat dan bersih,’’ jelas perempuan yang sering menjadi pembicara ASI di berbagai kota tersebut. Selain itu, kandungan AA-DHA atau protein asam amino untuk kecerdasan otak bekerja secara maksimal.

Lebih dari itu, yang tidak kalah penting, ada jalinan emosional saat ibu mendekap untuk menyusui anak. Juga komunikasi intens dan tatapan mata yang membuat anak ASI tidak rentan mengalami speech delay alias keterlambatan bicara. ’’Menyusui itu mempererat bonding dan stimulasi bicara. Anak tumbuh menjadi pribadi penyayang, penuh simpati, dan empati. Sebab, sejak kecil, dia belajar cinta kasih dari dekapan mamanya saat menyusu,’’ tuturnya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hay/c13/tia



Close Ads