alexametrics
Pandemi Covid-19

Ada Embargo Vaksin, Menkes Minta Maaf Laju Vaksinasi Bakal Lambat

5 April 2021, 21:48:07 WIB

JawaPos.com – Beberapa negara Asia mencari sumber alternatif untuk inokulasi Covid-19 setelah pembatasan ekspor oleh produsen vaksin di India. Sebab India mengalami lonjakan kasus Covid-19 lagi yang membuat program vaksin global yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengalami embargo atau kekurangan pasokan. Indonesia pun terkena dampaknya. Vaksin AstraZeneca tak bisa terdistribusi dengan baik. Karena itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan bagaimana stok vaksin yang sebenarnya saat ini.

Menkes Budi menjelaskan banyak negara Eropa dan beberapa negara Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini, dan beberapa negara di Amerika Selatan seperti Brasil mengalami terjadi lonjakan ketiga dari kasus aktif Covid-19. Sehingga akibatnya negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi tersebut mengalami lonjakan ketiga. Negara itu mengarahkan agar vaksinnya tak boleh ke luar, hanya boleh dipakai di negara masing-masing.

“Sehingga mengakibatkan dampak terhambatnya vaksin pada ratusan negara di dunia termasuk di Indonesia,” katanya secara virtual, Senin (5/4).

Sehingga, kata dia, jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau totalnya 2 bulan 30 juta dosis, kini hanya bisa mendapat 20 juta dosis atau dua pertiganya. Sehingga laju vaksinasi bakal melambat.

“Sehingga akibatnya laju vaksinasinya mohon maaf seluruh teman-teman bisa sampaikan, sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya karena memang vaksinnya yang berkurang,” jelasnya.

Menkes Budi menegaskan saat ini Indonesia sedang negosiasi dengan produsen vaksin dan negara-negara produsen vaksin. Mudah-mudahan pada bulan Mei bisa kembali normal, sehingga bisa melaksanakan vaksinasi dengan laju seperti sebelumnya yang terus meningkat.

Editor : Kuswandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads