Ini Pentingnya Manfaat Tablet Tambah Darah Selama Remaja dan Kehamilan

4 Desember 2022, 15:56:39 WIB

JawaPos.com – Salah satu cara untuk mencegah stunting atau anak tubuh pendek adalah dengan pemenuhan nutrisi yang seimbang sejak kehamilan. Dengan nutrisi dan suplemen hingga vitamin, ibu hamil akan melahirkan generasi penerus yang sehat dan cerdas.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memantau langsung penanganan stunting di daerah. Indonesia menargetkan akselerasi penanganan stunting menjadi 14 persen pada akhir tahun 2024.

Sebagai tindak lanjut, telah ditetapkan 12 provinsi yang perlu difokuskan untuk percepatan penurunan stunting yang terdiri dari tujuh provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara. Serta lima provinsi dengan jumlah kasus terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Banten.

“Stunting hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya penanggulangan terus dilakukan untuk mencapai target 14 persen pada akhir tahun 2024,” kata Menkes Budi dalam keterangan resmi, Minggu (4/12).

Secara nasional prevalensi stunting mengalami penurunan, dari 27,67 persen (Survei Status Gizi Balita Indonesia, 2019) menjadi 24,4 persen di tahun 2021. Ia menambahkan diutuhkan intervensi spesifik untuk penanganan stunting, mulai dari intervensi yang dilakukan sebelum bayi lahir.

“Yaitu mengonsumsi tablet tambah darah (TTD),” katanya.

Manfaat TTD

Dimulai dari remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), ibu hamil selama kehamilan, dan ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) juga perlu mendapat tambahan asupan gizi. Intervensi juga dilakukan setelah bayi lahir, melalui bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat ASI Eksklusif, anak usia 6-23 bulan mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

Kemudian, balita dipantau pertumbuhan dan perkembangannya, balita gizi kurang mendapat tambahan asupan gizi. Serta, balita gizi buruk mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk, dan balita memperoleh imunisasi dasar lengkap.

Kemenkes menegaskan selain untuk meminimalkan potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu. Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR).

Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia. Tujuannya agar terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads