JawaPos Radar

Pasutri Alami Masalah Kesuburan? Kenali Penyebabnya Sejak Dini

04/10/2017, 15:25 WIB | Editor: Imam Solehudin
Seminar Infertilitas
Salah satu pembicara dalam seminar infertilitas di RS Bunda Margonda, Imam Nuryanto ketika memaparkan materi. (Ist)
Share this image

JawaPos.com - Memiliki buah hati merupakan impian setiap pasangan suami istri. Kehadian anak di tengah keluarga, melengkapi kesempurnaan pasutri.

Namun, tak semuanya dari mereka dikarunai kemudahan mendapat momongan. Beberapa pasutri kesulitan lantarna seumlah faktor. Salahs satunya soal Infertilitas atau permasalahan kesuburan.

Dokter Spesialis Kandungan RSU Bunda Margonda, Mira Myrnawati mengatakan, ada beberapa penyebab infertilitas. Mulai dari saluran telur yang buntu, kualitas sperma yang tidak bagus, serta telur yang susah berkembang.

Menurut Mira, ada dua faktor yang menyebabkan infertilitas, antara lain faktor bawaan (genetik) dan faktor lingkungan (pola hidup).

“Untuk pola hidup seperti makanan yang dikonsumsi, utamanya bagi yang kerap makan seafood,” kata Mira saat mengisi acara Seminar bertajuk “Mewujudkan Mimpi Hadirnya Sang Buah Hati” yang dilaksanakan Morula IVF Margonda, di Auditorium Apartemen Atlanta lantai 5 RSU Bunda Margonda.

Mira melanjutkan, permasalahan infertilitas dapat dialami oleh siapa saja baik wanita maupun pria. Dan kondisi infertilitas tidak dapat terlihat secara kasat mata.

Artinya, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap dokter spesialis.

“Gejalanya apabila usia dibawah 35 tahun tidak memiliki anak meskipun telah berusaha selama satu tahun, sebaiknya segera diperiksakan, sedangkan bagi pasangan usia diatas 35 tahun hanya perlu menunggu 6 bulan kemudian segera periksakan,” lanjut dokter berhijab ini.

Dengan begitu, lanjut Mira, pasangan yang mengalami Infertilitas dapat langsung mendapatkan penanganan dan solusi agar mendapatkan buah hati.

“Banyak cara mengatasi persoalan infertilitas seperti Inseminasi hingga bayi tabung,” tegas Mira.

Senada, Direktur Laboratorium PT. Morula IVF Indonesia, Prof. Areif Boediono mengatakan, terdapat kurang lebih 2,4 juta pasangan di Indonesia yang membutuhkan bayi tabung.

Artinya persoalan infertilitas di Indonesia masih cukup tinggi.

“Sebaiknya segera periksakan kondisi kelainan reproduksi sedini mungkin, karena terkadang kita sudah putus asa setelah tidak dikaruniai anak, padahal ada beberapa faktor dan pasti ada solusinya,” kata Arief.

Arief menambahkan, pasangan yang mengalami masalah infertilitas tidak bisa langsung mendapatkan solusi dengan bayi tabung. Ada  beberapa tahapan seperti okulasi, Inseminasi kemudian bayi tabung.

“Jadi tidak perlu khawatir, solusi bayi tabung merupakan solusi terakhir, dilihat dari kondisi si pria maupun wanitanya,” pungkas Arief.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up