alexametrics

Covid-19 Masih Ada, Pakar Sarankan Hati-Hati Saat Buka Puasa Bersama

4 April 2022, 15:16:22 WIB

JawaPos.com – Puasa Ramadan identik dengan buka puasa bersama atau dikenal dengan istilah bukber. Meski diketahui saat ini kasus Covid-19 di Indonesia sudah memiliki positivity rate atau peluang tertularnya di bawah 5 persen. Kasus aktif masih tersisa 95 ribu orang di rumah sakit dan masih ada 47 jiwa meninggal sehari pada Minggu (4/4).

Maka meski kasus sudah mulai turun, namun kalangan ahli menyarankan jika pun bukber dilakukan, tetap harus penuh kehati-hatian. Apalagi saat ini varian Omicron belum selesai, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya varian baru rekombinan bernama XE. Varian itu ditemukan di Inggris yang merupakan gabungan dari subvarian Omicron BA.1 dan BA.2.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan, di tengah pembatasan Covid-19 yang mulai dilonggarkan, ia tetap meminta masyarakat untuk berhati-hati. Bagaimana caranya? Yakni dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak, serta mengejar vaksinasi 2 dosis dan booster jika belum divaksin.

Salah satu pelonggaran seperti syarat mudik harus dengan vaksinasi dan booster hingga salat tanpa jarak. Sementara untuk bukber, Prof Ari menilai sebaiknya dilakukan dengan kehati-hatian.

“Prinsipnya menurut saya, tak bisa berlaku umum. Tetap jangan buka masker meski kita menuju endemi, virus Covid-19 masih ada di sekitar kita, jangan lengah. Outbreak baru bisa saja. Ketika dengar tetangga sebelah positif, bisa saja kita harus waspada,” tegas Prof Ari kepada wartawan baru-baru ini.

Untuk buka puasa bersama, kata dia, sebaiknya dilakukan di rumah saja. Apalagi situasi saat ini di tengah angka kasus yang masih ada di masyarakat, menurutnya belum tepat dilakukan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: