alexametrics

Vaksinasi Covid akan Dimulai di Inggris Pekan Depan, Indonesia Kapan?

3 Desember 2020, 22:44:26 WIB

JawaPos.com – Inggris akan menjadi negara pertama di dunia yang melakukan vaksinasi Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Rabu (3/12). Vaksin yang akan diberikan untuk warga Inggris adalah vaksin yang diproduksi oleh Pfizer yang bekerjasama dengan BioNTech.

’’Semoga kehidupan yang normal segera kembali, dan kita akan menang (melawan Covid-19, Red),’’ ungkap pria yang juga sempat terinfeksi Covid-19 tersebut. Negara yang dikepalai Ratu Elizabeth II membeli sebanyak 40 juta dosis vaksin yang diklaim efektif 95 persen untuk membasmi virus Covid tersebut.

’’Pertolongan segera datang,’’ ucap Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock. Hancock menuturkan, 40 juta dosis vaksin itu digunakan untuk memvaksinasi 20 juta penduduk Inggris. Minggu depan, ada 800 ribu dosis vaksin yang akan didistribusikan dari fasilitas penyimpanan Pfizer di Belgia ke Inggris. Kemudian jutaan dosis lainnya akan menyusul sebelum akhir tahun.

Kecepatan distribusi vaksin itu tidak terlepas dari kebijakan secepat kilat pemerintahan PM Boris Johnson untuk memberikan persetujuan pada vaksinasi Covid-19 untuk penduduk Inggris. Pihak BioNtech menyatakan, biasanya persetujuan untuk penggunaan vaksin itu memakan waktu sekitar 11 bulan.

Pihak Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) Inggris menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan inspeksi yang sangat ketat. Dan, hasilnya mereka menyetujui kalau vaksin tersebut sudah memenuhi standar keamanan, kualitas, dan efektivitas yang mereka terapkan.  ’’Kami tidak mengambil jalan pintas. Semua proses pengujian memang dilakukan secara paralel oleh sejumlah tim,’’ papar Dr June Raine, kepala MHRA.

Kecepatan pengambilan keputusan pemerintah dan otoritas kesehatan Inggris itu juga tidak terlepas dari kenyataan bahwa mereka kini sudah bukan lagi anggota Uni Eropa. Sebab, mereka tidak harus menunggu persetujuan dari European Medicines Agency (EMA). Pihak EMA sendiri sudah menyatakan pada Selasa (2/12) bahwa proses otorisasi vaksin tersebut baru akan dilakukan pada akhir Desember.

Di sisi lain, CEO BioNtechUgur Sahin mengatakan, apa yang dilakukan Inggris adalah upaya awal  untuk mengakhiri pandemi. ’’Kami percaya ini akan segera berakhir,’’ tegas pria Jerman Berdarah Turki tersebut. ’’Ini adalah momen bersejarah dalam perang melawan Covid-19, tambah CEO Prfizer Albert Bourla. (The Guardian/CNN/BBC)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Dinarsa Kurniawan


Close Ads