alexametrics

Disiplin 3M Tetap Berlaku Meski Sudah Ada Vaksin

3 Desember 2020, 08:00:42 WIB

JawaPos.com – Anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional dari ITAGI, Soedjatmiko menyampaikan, vaksin bukan solusi terakhir dari pandemi Covid-19. Dia menyampaikan, jika seorang yang disuntik vaksin bukan berarti sudah terbebas dari wabah Covid-19.

Menurutnya hal yang paling terpenting upaya mencegah Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan, utamanya menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan menjaga jarak. Protokol kesehatan tetap harus diterapkan hingga pandemi berakhir.

“Jadi walaupun sudah imunisasi harus tetap pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak atau tidak berkerumun sampai pandemi mereda,” kata Soedjatmiko dalam diskusi bertema ‘Indonesia Siapkan Vaksinasi’ melalui siaran daring, Rabu (2/12).

Soedjatmiko menuturkan, upaya pencegahan Covid-19 yang efektif dengan menerapkan 3M yang kemudian akan ditambah dengan vaksinasi. Dia tak memungkiri, Covid-19 dapat menjangkit kepada siapa saja dengan melalui hidung, mulut dan mata.

“Terus masuk ke dalam sel saluran napas, paru, perncernaan, dan darah. Mula mula keluhannya tidak spesifik tapi lama kelamaan virus bisa merusak paru, pembuluh darah, jantung, ginjal, dan akhirnya penderita bisa meninggal,” beber Soedjatmiko.

Baca juga: Sejumlah Sekolah di Banyumas Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Dia menuturkan, di Indonesia pasien positif Covid-19 sebanyak 80 persen berusia 19 sampai 59 tahun. Sementara itu, usia rentan terjangkit Covid-19 pada usia 59 tahun.

“Tapi kalau minimal 70 persen dari usia itu divaksin, maka otomatis yang usia di atas 59 dan di bawah 19 tahun terlindungi. Inilah kekebalan kelompok. Tetapi dengan tetap 3M agar tidak tertular,” imbau Soedjatmiko.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan, ARM


Close Ads