alexametrics

Rekor Kematian Covid-19 Kian Tinggi, Pemerintah Diminta Kejar Booster

3 Agustus 2022, 11:47:33 WIB

JawaPos.com – Dalam sehari, kasus kematian Covid-19 pada Selasa (2/8) bertambah 24 jiwa. Itu adalah rekor tertinggi sejak Omicron BA.4 dan BA.5 beredar di Indonesia dalam 3 bulan terakhir. Mewaspadai kenaikan kasus, masyarakat dan pemerintah diminta mengejar cakupan vaksinasi booster yang baru 30 persen, testing pun masih rendah saat ini.

Sejak Mei 2022 sampai Juli angkanya selalu dibawah 20 kematian. Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI yang juga Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, menilai tren kecenderungan kenaikan kematian kita secara terus menerus.

Sepanjang Juni 2022 angka kematian harian selalu di bawah 10 orang. Pada bulan Juli jadi di atas 10 orang dan di bulan Agustus ini melewati 20 orang.

“Kita belum tahu bagaimana di hari-hari ke depan ini. Angka kematian di berbagai negara juga meningkat,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (3/8).

Dalam seminggu terakhir angka kematian harian di Australia rata-rata adalah 94 orang, angka tertinggi negara itu selama pandemi ini. Jepang pada 1 Juli 2022 ada 21 orang yang meninggal karena Covid-19, dan pada 1 Agustus angkanya meningkat menjadi 94 kematian, naik hampir lima kali lipat. India pada 1 Juni 2022 mencatat 5 kematian dan pada 1 Agustus 2022 naik tinggi menjadi 34 orang.

“Sejak awal disampaikan bahwa bahkan satu nyawa yang meninggal pun amat berharga dan tidak dapat tergantikan oleh apapun juga,” ungkapnya.

Solusinya

Pertama, Surveilan epidemiologik harus dijalankan dengan baik, sehingga data dari seluruh pelosok negeri dapat di kompilasi dan di analisa dengan baik. Prof Tjandra Yoga juga meminta kemampuan testing harus ditingkatkan agar di dapat angka riil jumlah kasus di masyarakat.

“Telusur/tracing juga harus ditingkatkan, agar dari setiap kasus didapat dua informasi, dari mana tertular dan kemana saja menularkannya,” jelasnya.

Booster Wajib Dikejar

Ia meminta agar masyarakat segera mendapatkan vaksinasi booster yang masih dibawah 30 persen. Cakupan harus ditingkatkan maksimal.

“Sekitar sepertiga penduduk kita yang belum divaksinasi kedua harus di kejar benar,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah hatus melakukan komunikasi risiko dengan baik kepada masyarakat mendapat informasi yang tepat dan masyarakat termotivasi melakukan prokes dengan baik.

“Yang belum divaksin dan booster agar segera pergi mendapatkannya,” tutupnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: