alexametrics

Mengenal Operasi Laparoskopi, Minimal Sayatan Area Perut dan Panggul

3 Agustus 2022, 16:09:56 WIB

JawaPos.com – Sejumlah penyakit di area panggul dan perut membutuhkan tatalaksana dengan cara pembedahan. Kini ada sebuah teknik operasi dengan teknologi terbaru di tengah perkembangan ilmu kedokteran yang semakin modern. Salah satunya adalah laparoskopi, teknik bedah invasif minimal atau sayatan minimal yang digunakan di daerah perut dan panggul.

Penyakit yang bisa ditangani menggunakan laparoskopi contohnya adalah usus buntu, batu empedu, hernia, kista, sampai kasus-kasus kanker seperti kanker serviks, kanker usus besar, kanker atau tumor hati, kanker prostat, dan perlekatan usus akibat berbagai penyebab. Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Onkologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Tricia Dewi Anggraeni Sp.OG, Subsp.Onk berpengalaman melakukan laparoskopi untuk kasus-kasus penyakit organ reproduksi perempuan seperti penegakan diagnosis dan tata laksana tumor kandungan jinak seperti kista ovarium, endometriosis, mioma uteri, adenomiosis, sampai penanganan tumor kandungan ganas.

“Pada kanker endometrium dan serviks yang masih dini, pengangkatan rahim bisa dilakukan secara laparoskopi sehingga bekas sayatan kecil namun radikalitas operasi tetap tercapai. Prosedur ini diharapkan dapat mempercepat waktu pemulihan serta waktu rawat inap sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas pasca operasi,” kata dr. Tricia kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Laparoskopi Pada Saluran Kemih
Pada bidang urologi atau yang berkaitan dengan saluran kemih, laparoskopi juga bisa dilakukan untuk pengambilan batu di saluran kemih, perbaikan saluran kemih, pengangkatan kelenjar prostat, dan lain-lain sesuai indikasi klinis. Studi untuk kasus-kasus bedah urologi memang sudah membuktikan bahwa semakin advanced alat laparoskopnya, contohnya 2D versus 3D, maka outcome klinis untuk pasiennya juga lebih baik.

“Karena kanker prostat cukup tinggi kejadiannya apalagi pada pria di Indonesia, saya berpengalaman melakukan pengangkatan prostat dengan laparoskopi 3D 4K (ultraHD). Pada kasus pengangkatan kelenjar prostat menggunakan laparoskop yang 3D, waktu operasinya lebih singkat dan kehilangan darahnya juga lebih sedikit. Pasiennya juga lebih cepat pulih saat BAK (Buang Air Kecil),” ujar Spesialis Urologi Konsultan Urologi Onkologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan Dokter Syamsu Hudaya, Sp.U (K).

Keunggulan Laparoskopi
Saat ini, operasi laparoskopi sudah berkembang dari teknik 2 dimensi menjadi 3 dimensi. Kelebihan teknik tersebut yaitu visualisasi lebih baik sehingga penggunaan alat lebih efisien dan waktu pengerjaan lebih cepat, namun tentu saja, keterampilan seorang dokter yang kompeten menentukan keberhasilan operasi.

Mayapada Hospital telah menggunakan Laparoskopi dengan teknologi terbaru yaitu 3-dimensi dengan ketajaman 4K (ultraHD). Ditunjang dengan keahlian dokter spesialis yang berpengalaman dan alat yang canggih, pasien diharapkan mendapatkan manfaat dan penanganan yang terbaik di Mayapada Hospital.

Teknik ini menggunakan bantuan laparoskop yakni batang teleskopik tipis dengan kamera di ujungnya untuk melihat ke dalam tubuh Anda tanpa membukanya sepenuhnya. Tidak seperti pembedahan terbuka dengan sayatan 15-30 cm, operasi laparoskopi menggunakan satu hingga empat sayatan kecil berukuran 0.5cm -2cm.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM, Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: