alexametrics

Kemenkes Minta Industri Farmasi Kurangi Impor Bahan Baku Obat

3 Juni 2022, 17:44:17 WIB

JawaPos.com – Pemerintah ingin fokus mengembangkan produksi bahan baku obat dalam negeri. Kemarin (2/6) Menkes Budi Gunadi Sadikin melakukan kickoff change source penggunaan bahan baku obat dalam negeri di PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, Cikarang, Bekasi.

Budi mengakui, masih ada produsen farmasi yang tidak mau menggunakan bahan baku dalam negeri. Karena itu, dia berencana memanggil mereka. “Kalau setelah dipanggil tetap tidak mau, kami akan mencoretnya dari e-catalog,” ujar Budi. Upaya change source itu, menurutnya, merupakan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri (PDN). Selain itu, menjadi milestone dalam mewujudkan ketahanan sektor kefarmasian di tanah air.

“Hal ini sejalan dengan amanat Inpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI),” paparnya.

Hingga 2021, terdapat beberapa bahan baku obat yang diproduksi di dalam negeri. Di antaranya, parasetamol yang diproduksi PT Riasima serta clopidogrel dan atorvastatin yang diproduksi oleh PT Kimia Farma. Ada juga erythropoietin yang diproduksi PT Daewoong Infion dan PT Kalbio Global. Garam farmasi bisa diproduksi oleh PT Karya Daya Syafarmasi. Kemudian, simvastatin, atorvastatin, clopidogrel, efavirenz, dan entecavir diproduksi PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Rizka Andalucia menyebutkan, kegiatan fasilitasi change source dimulai pada 2021. ’’Harapannya, hasil change source selesai pada September 2022 untuk selanjutnya dimasukkan ke e-catalog, kemudian dimanfaatkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Sayang, hingga bulan ini, penyerapan perubahan bahan baku obat dalam negeri masih terbilang rendah. Sebab, ada tahapan dan penyesuaian yang harus dijalankan industri farmasi saat melakukan transisi bahan baku obat. “Pemerintah hadir mendampingi untuk change source bahan baku obat agar tidak lagi impor,” ucapnya.

Direktur Utama Holding BUMN Farmasi Honesti Basyir menyebutkan, perubahan sumber daya itu adalah bagian dari terobosan baru untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku. Menurut dia, sekitar 90 persen bahan baku obat masih bersumber dari impor. “Di grup kami bisa mengurangi hingga 20 persen ketergantungan ini pada 2026,” katanya.

Dia menyadari, agak sulit mencapai target 0 persen. Sebab, masih ada industri hulu kimia dasar yang harus diperbaiki. Untuk mencapai target tersebut, Honesti mengharapkan dukungan pemerintah. Terutama dalam regulasi yang lebih simpel dan mudah. (lyn/c18/oni)

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini: