alexametrics

Munculnya Covid-19 Omicron Dikaitkan dengan HIV, Ini Kata Epidemiolog

2 Desember 2021, 17:15:30 WIB

JawaPos.com – Covid-19 varian Omicron pertama kali ditemukan oleh peneliti di Afrika Selatan. Afrika dikaitkan dengan benua yang rentan kasus HIV AIDS. Karena itu, varian Omicron dikaitkan akibat negara itu banyak kasus HIV AIDS di sana. Apa hubungannya?

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan, ketimpangan cakupan vaksin di seluruh dunia bukan satu-satunya yang menjadi penyebab varian baru muncul. Tapi penyebabnya memang multifaktor bukan karena vaksin saja. Salah satunya, sejumlah negara lemah dalam mendeteksi kasus dan juga jenis variannya melalui Whole Genome Sequencing (sistem mendeteksi varian virus).

“Tapi memang karena kemampuan dalam mendeteksi kasus, melalui 3T (testing tracing treatment) maupun surveilans whole genomicnya (sistem untuk mendeteksi jenis varian) yang tak merata kuat di banyak negara, ya ternyata Afrika Selatan yang melaporkan ya,” katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Menurut Dicky, ketika sistem Whole Genome Sequencing suatu negara lemah, maka varian Covid-19 sulit terdeteksi. Apalagi, kata dia, di benua Afrika, kasus Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di sana tinggi.

“Ditambah jumlah penderita HIV atau orang dengan immunocompromise-nya kan banyak. Ketika ODHA terinfeksi umumnya lama mengalami pemulihannya. Semakin banyak virus ada di dalam tubuh manusia, semakin sering virus bereplikasi, dan timbulnya varian super apalagi jumlahnya banyak sekali, ya jadi besar,” jelas Dicky.

Dalam laman Open Access Government disebutkan 0ada 2019, Afrika Selatan memiliki 7,5 juta orang yang hidup dengan HIV, 200 ribu infeksi HIV baru dan 72 ribu kematian terkait AIDS. Alasan peningkatan tingkat HIV di Afrika Selatan dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor berbasis sosial, ekonomi, gender dan kesehatan yang hanya meningkat karena perkembangan perubahan iklim dan pandemi baru-baru ini.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads