Ada 300 Ribu ODHA di Indonesia, yang Rajin Minum ARV Baru Sepertiganya

02/09/2018, 16:25 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Bermacam-macam jenis ARV disediakan oleh pemerintah khusu bagi kalangan ODHA. (temansehati)
Share this

JawaPos.com – Angka Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) saat ini semakin meningkat. Faktor pergaulan yang semakin bebas, seks tak aman, hingga penggunaan narkoba suntik membuat penularan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu ini semakin cepat.

Catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, di Indonesia ada 300 ribu ODHA yang tercatat, namun diperkirakan baru 100 ribu dari mereka yang disiplin minum obat Anti Retro Viral (ARV).

Jika melihat dari contoh Ibu Kota Jakarta saja, berdasar data LSM KOTEX saat ini tercatat ada 45 ribu ODHA. Angka itu diprediksi akan lebih besar lagi karena banyak ODHA lainnya yang masih menutupi statusnya. Alasannya takut menghadapi stigma di masyarakat.

“Bisa jadi saudara atau tetangga kita. Atau 1-2 blok dari rumah kita ada yang HIV positif. Kan enggak ada labelnya, jadi tak diketahui,” ujar Pegiat HIV AIDS dari LSM KOTEX Yudi Syahendra saat Workshop Kepatuhan Warga Binaan (Lapas) dengan HIV Positif dalam Pengobatan ARV bersama Perawat dan Dokter.

Yudi menargetkan, dari 9 ribu sasaran ODHA minum ARV, ada 8.956 yang tingkat kepatuhan minum ARVnya tergolong baik. Dirinya juga mengimbau kepada para kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) agar patuh mengusung hidup sehat dan perilaku seks yang sehat.

“Saat ini ODHA justru semakin banyak didominasi LSL. Harusnya mereka lebih perhatian lagi, misalnya selal memakai kondom saat berhubungan badan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yudi bersama lembaganya juga sempat menyasar kalangan muncikari atau germo untuk diberika pengertian akan bahaya penularan virus HIV AIDS.

“Memang beberapa mucikari berdalih bisnis, tapi kita bicara kesehatan dan tidak ingin potensi penularan itu jadi makin besar," pungkasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi