
Ilustrasi seorang perempuan makan sambil bermain ponsel. (Freepik)
JawaPos.com - Main ponsel sambil makan mungkin terlihat sepele. Kebiasaan ini sudah jadi hal biasa, entah saat sarapan sendirian atau makan malam bersama keluarga. Tapi tahukah Anda, aktivitas ini ternyata bisa berdampak serius bagi kesehatan pencernaan hingga berisiko memicu obesitas?
Menurut dr. Kurnia Sitompul, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Universitas Airlangga, perhatian yang terpecah saat makan bisa mengganggu tubuh, baik secara fisik maupun psikologis.
“Saat makan, tubuh seharusnya fokus pada proses mengunyah dan menikmati makanan. Jika perhatian terbagi, ini bisa memicu gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikologis,” ujarnya.
Eating Distraction dan Mindless Eating
Makan sambil scroll ponsel disebut sebagai eating distraction. Kondisi ini membuat seseorang rentan mengalami mindless eating, yakni makan tanpa kesadaran penuh.
“Fokus yang terpecah membuat kita tidak benar-benar menikmati makanan. Akibatnya, porsi yang masuk sering lebih banyak tanpa sadar,” jelas Kurnia.
Kembung, Begah, hingga Risiko Obesitas
Salah satu efek nyata dari makan sambil terdistraksi adalah aerofagia, yaitu kondisi ketika udara tertelan berlebihan.
“Orang yang makan sambil terdistraksi biasanya mengunyah terlalu cepat atau tidak tuntas, sehingga udara ikut banyak tertelan. Udara inilah yang memicu kembung dan rasa tidak nyaman,” tambahnya.
Selain itu, pilihan makanan tinggi gula, minuman bersoda, serta kebiasaan minum berlebihan saat makan juga memperparah begah. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik membuat saluran cerna bekerja ekstra dan menghasilkan gas berlebih di usus.
Kurnia menjelaskan, tubuh butuh waktu sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Jika makan terlalu cepat, sinyal ini belum sempat diterima, sehingga kita cenderung terus menambah porsi. Kebiasaan inilah yang berisiko meningkatkan asupan kalori berlebihan dan memicu obesitas maupun sindrom metabolik.
Dampak Jangka Panjang
Dampak jangka pendek dari makan sambil main HP adalah perut kembung, begah, dan refluks asam lambung. Namun, dampak jangka panjangnya lebih serius: regulasi nafsu makan terganggu, konsumsi makanan tinggi kalori meningkat, hingga risiko diabetes dan penyakit metabolik lainnya.
Tak hanya itu, distraksi juga memengaruhi pilihan makanan. “Biasanya orang cenderung memilih makanan yang praktis, tinggi kalori, dan rendah nutrisi. Hilangnya fokus membuat sinyal lapar dan kenyang jadi kabur,” kata Kurnia.
Pada anak dan remaja, kebiasaan ini bisa mengurangi interaksi keluarga saat makan bersama. Padahal, momen makan bersama penting untuk membentuk pola makan sehat sejak dini.
Tips Mengubah Kebiasaan

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
