Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Maret 2024 | 02.52 WIB

Hati-Hati Bagi Perempuan yang Kerap Konsumsi Soft Drink! Studi Ungkap Bisa Terkena Kanker Hati

Minuman bersoda/ tongpatong-freepik/ - Image

Minuman bersoda/ tongpatong-freepik/

JawaPos.com - Minuman bersoda atau biasa disebut soft drink, siapa sih yang tidak suka dengan minuman satu ini?

Apalagi dikonsumsi saat siang hari, ditengah terik matahari, soft drink menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan dahaga.

Tapi ternyata soft drink mengandung banyak gula yang sangat berlebihan, apalagi hal ini pastinya sangat tidak bagik dikonsumsi terus menerus terutama bagi para perempuan.

Bahan tambahan buatan dan sirup jagung fruktosa tinggi, bisa memberikan efek buruk pada kesehatan hati.

Konsumsi minuman soda secara terus-menerus bisa memperburuk NAFLD, dan berkembang menjadi lebih parah seperti steatohepatitis non-alkohol (NASH).

Dimana dalam beberapa kasus, menyebabkan sirosis hati atau karsinoma hepatoseluler, suatu bentuk kanker hati.

Seperti dilansir dari Times of India, sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Brigham and Women's Hospital, menyebut perempuan yang mengonsumsi minuman bersoda setiap hari berisiko lebih tinggi terkena penyakit seperti kanker hati dan hepatitis kronis.

Studi observasional tersebut melibatkan hampir 100.000 perempuan pascamenopause dari Women's Health Initiative dan diikuti selama lebih dari 20 tahun.

"Sepengetahuan kami, ini adalah studi pertama yang melaporkan hubungan antara asupan minuman bersoda dan kematian akibat penyakit hati kronis," ungkap penulis Longgang Zhao dari Brigham's Channing Division of Network Medicine.

Berikut sederet dampak buruk konsumsi minuman bersoda bagi kesehatan:

1. Kenaikan Berat Badan

Salah satu konsekuensi paling umum dari konsumsi soda setiap hari adalah bertambahnya berat badan.

Kebanyakan soda sarat dengan sirup jagung fruktosa tinggi atau gula lainnya, sehingga menyumbang kalori berlebih tanpa memberikan nilai gizi apa pun.

Terlalu seringnya asupan kalori kosong ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan konsumsi dan pengeluaran energi, yang pada akhirnya mengakibatkan penambahan berat badan dan peningkatan risiko obesitas.

2. Tingkatkan Resiko Diabetes

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore