Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2024 | 23.56 WIB

Simak dan Pahami, 3 Fase Terjangkit Demam Berdarah Serta Cara Penanganannya

Ilustrasi DBD. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi DBD. Dok. JawaPos



JawaPos.Com - Musim hujan sering kali menjadi waktu yang rawan bagi penyebaran penyakit demam berdarah.

Seperti diketahui, penyebab utama demam berdarah, menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang aktif pada musim hujan.

Dilansir dari WHO (World Health Organization) pada Jumat (1/3), demam berdarah merupakan penyakit serius yang memerlukan perhatian medis segera, terutama karena penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.

Namun, tahukah Anda bahwa sakit demam berdarah tidak hanya melalui satu fase, tetapi melalui tiga fase yang berbeda?

Mari kita kenali lebih dalam tentang fase-fase tersebut dan bagaimana cara penanganannya.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Pahami Gejala dan Penanganan DBD pada Bayi

1. Fase Febris (Demam)

Fase pertama dari sakit demam berdarah adalah fase febris atau fase demam.

Pada fase ini, seseorang yang terinfeksi virus dengue akan mengalami gejala demam tinggi, yang seringkali melebihi 39 derajat Celsius.

Demam ini bisa berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Selain demam, gejala lain yang mungkin muncul adalah sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, dan ruam kulit.

Pada beberapa kasus, pasien juga dapat mengalami pendarahan ringan, seperti mimisan atau bintik-bintik merah di kulit.

Cara Penanganan:

- Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi karena demam.

- Istirahat yang cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi.

- Mengonsumsi obat penurun demam yang diresepkan oleh dokter, seperti parasetamol, untuk meredakan demam dan nyeri.

Baca Juga: Lagi! Penderita DBD Tutup Usia Pasca Jalani Perawatan di RSUD Jombang, Total Pasien Meninggal Dunia Terus Bertambah!

2. Fase Kritis (Pendarahan)

Fase kedua dari sakit demam berdarah adalah fase kritis atau fase pendarahan.

Pada fase ini, demam pasien mulai mereda, tetapi mereka menjadi lebih rentan terhadap komplikasi serius karena pembuluh darah mulai bocor dan menyebabkan pendarahan.

Gejala utama pada fase ini adalah penurunan suhu tubuh, kulit yang menjadi dingin dan lembab, perdarahan dari hidung atau gusi, muntah darah, dan tinja berwarna hitam.

Cara Penanganan:

- Segera konsultasikan dengan dokter jika terjadi tanda-tanda pendarahan, seperti mimisan yang sulit dihentikan atau tinja berwarna hitam.

- Diperlukan perawatan medis yang intensif di rumah sakit untuk mengatasi kondisi pendarahan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga: 4 Nyawa Melayang Akibat DBD di Jombang dalam Dua Bulan, DPRD Minta Pemkab Lebih Tanggap

3. Fase Penyembuhan

Fase terakhir dari sakit demam berdarah adalah fase penyembuhan.

Pada fase ini, gejala penyakit mulai mereda dan pasien akan merasakan perbaikan kondisi kesehatannya.

Namun, beberapa pasien mungkin mengalami kelelahan yang berkepanjangan dan gangguan kesehatan lainnya dalam beberapa minggu setelah fase kritis.

Cara Penanganan:

- Istirahat yang cukup dan pola makan yang sehat untuk membantu tubuh pulih sepenuhnya.

- Mengikuti anjuran dan rekomendasi dokter untuk pemulihan yang optimal.

- Tetap waspada terhadap gejala atau komplikasi yang mungkin timbul, dan segera konsultasikan dengan dokter jika diperlukan.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore