Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Februari 2024 | 17.17 WIB

Madu Mentah vs Madu Olahan Mana yang Lebih Sehat? Simak Penjalasannya

Ilustrasi madu olahan dalam toples kaca (Unsplash/Amelia Bartlett)

JawaPos.com - Madu merupakan sebuah sirup kental dan manis yang dibuat oleh lebah madu.

Madu penuh akan senyawa tanaman yang menyehatkan dan mempunyai beberapa manfaat kesehatan.

Namun, ada sebuah perdebatan mengenai jenis madu mana yang paling sehat, madu mentah atau olahan, karena beberapa orang percaya bahwa jenis madu mentah lebih baik untuk kesehatan yang optimal, sementara ada yang menyatakan tidak ada perbedaan di antara keduanya.

Untuk mengetahui madu yang mana lebih sehat, yaitu madu mentah atau olahan, kami akan memberikan penjelasan lebih lengkap tentang keduanya yang dikutip dari Healthline.

  1. Madu mentah lebih bernutrisi

Madu mentah mengandung berbagai macam nutrisi, yaitu seperti 22 asam amino, 31 mineral yang berbeda dan berbagai macam vitamin serta enzim tapi meski begitu, jumlah nutrisi yang terdapat tidaklah banyak.

Tapi hal yang paling mengesankan dari madu mentah adalah karena madu ini mengandung 30 jenis senyawa tanaman bioaktif yang disebut sebagai polifenol dan bertindak sebagai antioksidan.

Selain itu, banyak studi mengatakan antioksidan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker tertentu.

Sebaliknya, madu olahan yang dijual di banyak toko mengandung antioksidan yang lebih sedikit dikarenakan metode pengolahannya.

Sebuah studi membandingkan antioksidan dari madu mentah dan madu olahan, lalu menemukan bahwa madu mentah mengandung antioksidan 4,3 kali lebih banyak dibandingkan madu olahan.

  1. Kebanyakan madu olahan tidak mengandung serbuk sari

Lebah berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya untuk mengumpulkan nektar dan serbuk sari. Nektar dan serbuk sari yang sudah dikumpulkan dibawa kembali ke sarang lebah, lalu dimasukkan ke dalam sarang lebah dan akhirnya menjadi sumber makanan bagi lebah.

Serbuk sari dari lebah secara mengejutkan bergizi dan mengandung lebih dari 250 zat, termasuk vitamin, asam amino, asam lemak esensial, mikronutrien, dan antioksidan.

Penelitian telah menemukan bahwa serbuk sari lebah dapat membantu melawan peradangan dan meningkatkan fungsi hati. Ia juga memiliki khasiat yang dapat membantu melawan penyakit jantung dan stroke.

Sayangnya, metode pemrosesan seperti pemanasan dan ultrafiltrasi dapat menghilangkan serbuk sari lebahnya.

  1. Madu olahan ada kemungkinan mengandung gula atau pemanis yang tersembunyi

Dikarenakan madu sering dan banyak dikonsumsi oleh banyak orang di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat yang memiliki jumlah konsumsi sebanyak 400 juta pound, permintaan untuk madu olahan pun begitu tinggi dan terkadang sulit untuk dicapai yang memaksa mereka untuk mengimport madu meskipun madu olahan hasil import tersebut mengandung gula atau pemanis seperti sirup jagung berfluktosa tinggi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore