Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Agustus 2022 | 02.48 WIB

Manfaat Daun Asam, Wedang Sinom Jaga Kesehatan Sel Tubuh

DAUN BERKHASIAT: Daun asam muda atau sinom dari rantingnya untuk kemudian direbus. Sinom kaya akan vitamin C. (Angger Bondan/Jawa Pos) - Image

DAUN BERKHASIAT: Daun asam muda atau sinom dari rantingnya untuk kemudian direbus. Sinom kaya akan vitamin C. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Popularitas sinom (daun asam muda) dalam dunia herbal memang belum melampaui buah asam. Namun, manfaatnya bagi kesehatan perlu dipertimbangkan. Salah satu kendalanya adalah pengadaan bahan baku yang bergantung pada musim.

---

DI pantai utara Pulau Jawa, pohon asam ditanam di tepi jalan antara Anyer dan Panarukan. Ditanam pada masa pemerintahan Belanda, pohon itu juga dibudidayakan secara intensif, terutama di Jawa.

Namun, dari data diketahui, India adalah negara yang terbanyak membudidayakan pohon asam karena banyaknya pemakaian dalam kehidupan masyarakat. Thailand juga kaya akan pohon asam dan menggunakan daun dan buahnya untuk bahan baku berbagai makanan khas.

Berasal dari Afrika, nama ilmiah pohon asam adalah Tamarindus indica dari suku Fabaceae. Tinggi pohon mencapai 15–17 meter dengan diameter bagian batangnya yang cukup besar, yaitu lebar lingkaran mencapai 8 meter. Hampir semua bagian tanaman dapat digunakan, termasuk daging buah, biji buah, daun, dan bunga. Daun tersusun sebagai anak daun yang berukuran relatif kecil dengan panjang 5–12,5 cm, tersusun berhadapan.

Pengetahuan empiris pemakaian pohon asam untuk kesehatan cukup beragam. Hal itu didukung melalui kemudahan mendapatkan bahan baku karena pohon asam mudah tumbuh. Bagian yang paling banyak digunakan adalah daging buah asam.

Manfaat untuk kesehatan dan penambah cita rasa makanan dan minuman ternyata menarik perhatian peneliti. Perhatian makin besar setelah ditemukan kandungan zat kimia yang berkhasiat sebagai antioksidan alamiah. Komposisi utama senyawa kandungan itu adalah golongan polifenol yang ada pada hampir setiap bagian tanaman, termasuk kulit batang, buah, daun, biji, akar, dan daging buah.

Catatan tentang pemakaian empiris bagian daunnya untuk kesehatan cukup beragam. Di benua asalnya, misalnya di Ghana, daun asam dicampurkan secara homogen dengan bagian lain tanaman itu untuk pengobatan malaria, nyeri tubuh, tubuh lemah, dan luka. Di Tanzania, daun asam digunakan sebagai laksatif dan akarnya untuk disentri.

Selain sebagai bahan penambah rasa pada berbagai masakan khas, penduduk India mengenal khasiat daun asam secara turun-temurun sebagai katartik (pencahar), astringen, dan antiseptik. Pemakaiannya bisa dalam bentuk segar ataupun kering.

Kelezatan Wedang Sinom


Berbeda dengan pemakaian buah asam, daun asam tidak terlalu banyak digunakan sebagai penambah rasa pada masakan khas Indonesia. Namun, pemakaian yang sangat dikenal adalah sebagai bahan pembuatan minuman bernama wedang sinom. Sinom artinya daun asam muda. Minuman itu dapat dikonsumsi dalam bentuk hangat ataupun dingin sesuai selera dan yang pasti menyegarkan.

Kelezatan wedang sinom sangat ditentukan perpaduan takaran bahan baku yang harus tepat, yaitu daun asam muda, kunyit, dan gula jawa. Studi ilmiah menunjukkan kekayaan kandungan zat golongan antioksidan pada daun.

Kandungan utamanya adalah zat golongan flavonoid dan tanin, yaitu 60–70 persen flavonoid dan 50 persen tanin pada ekstrak metanol. Komposisi golongan flavonoid, antara lain, luteolin, apigenin,: dan orientin.

Hasil penelitian juga menemukan senyawa golongan sterol dan fenolik, yaitu limonene, naringin, caryophyllene, p-cymene, dan ß-sitosterol. Hasil studi itu sangat bermanfaat mengingat tingginya kebutuhan sumber antioksidan alamiah dan efek samping yang bisa timbul pada pemakaian antioksidan sintetik.

Daun asam juga dikenal kaya kandungan vitamin C, sebagaimana disebutkan melalui ulasan peneliti India dalam jurnal ilmiah 2020. Kandungan lain daun asam adalah vitamin A, mineral kalsium, natrium, dan zat besi. Jadi, selain menyegarkan, wedang sinom cocok untuk menjaga kesehatan sel tubuh. Itulah yang menyebabkan tubuh merasa segar.

Konsumen perlu waspada saat membeli wedang sinom karena sulitnya mendapatkan bahan baku daun. Pemalsuan yang acap kali terjadi adalah melalui penggunaan vitamin C sintetik untuk menggantikan rasa asam daun sinom.

Antioksidan, Antiradang, Antikanker, dan Antiinfeksi


Khasiat sebagai antioksidan dapat menjelaskan pemakaian daun asam untuk mengatasi nyeri lutut dan persendian lain. Aktivitas antioksidan juga berkaitan erat dengan pengendalian sistem imun, termasuk mobilisasi agen proinflamasi yang mengakibatkan radang. Kalau radang terkendali, rasa nyeri juga dapat terkendali. Ada pula pemakaiannya untuk mengatasi nyeri haid. Namun, studi ilmiah yang lebih mendalam masih perlu dilakukan.

Khasiat daun asam sebagai antikanker yang poten (ampuh) perlu mendapatkan perhatian. Hal itu berkaitan erat dengan aktivitasnya sebagai antioksidan yang bisa melindungi sel dari berbagai kerusakan. Kerusakan sel berpotensi mengakibatkan terjadinya kanker.

Yang menarik untuk dipertimbangkan adalah pemanfaatan daun asam dalam mencegah dan menyembuhkan scurvy. Itu adalah penyakit akibat kekurangan vitamin C, yang antara lain ditandai oleh pembengkakan dan pendarahan gusi, pendarahan kuku, dan tubuh yang terasa lelah.

Pada saat ini, belum ada catatan tentang efek samping yang dapat timbul pada pemakaian daun asam.

Saran Pembuatan Wedang Sinom

Bahan:

- Air: 500 ml

- Daun sinom: 20 gram

- Asam jawa: 10 gram atau sesuai selera

- Kunyit: 10 gram

- Gula merah: 20 gram atau sesuai selera

Cara membuat

- Daun dilepaskan dari ranting, cuci bersih.

- Kunyit dikupas, iris tipis, cuci.

- Daun, kunyit, dan asam jawa direbus dalam air hingga mendidih dengan bantuan api berkekuatan sedang.

- Setelah mendidih, kecilkan api, tambahkan gula merah yang sudah diiris tipis.

- Aduk dan pemanasan dilanjutkan dengan bantuan api kecil sambil diaduk hingga gula larut.

- Pemanasan dilanjutkan selama 10–15 menit.

Dari berbagai sumber




*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore