
Ilustrasi
JawaPos.com - Kasus pembunuhan sering dilakukan oleh seseorang secara spontan. Sebagian mengaku melakukan tindakan keji itu karena dorongn bisikan gaib.
Bisikan atau bayangan yang hanya bisa didengar oleh individu tersebut bisa menjadi tanda dari gangguan jiwa.
Seseorang yang mendapatkan bisikan atau bayangan tersebut sering berhalusinasi. Dia mengikuti bisikan yang dia dengar untuk bertindak negatif.
“Itu sudah halusinasi, sudah gangguan. Dia ikutin apa yang dia dengar, itu enggak nyata,” kata Guru Besar Keperawatan Kesehatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Achir Yani S Hamid.
Yani menjelaskan dalam menghadapi pasien seperti itu, perawat memiliki ilmu untuk menghilangkan halusinasi pasien. Caranya dengan membuat pasien untuk mengusir halusinasinya dan kembali ke kehidupan nyata.
“Caranya menghardik, meminta agar dia tutup telinganya, bahwa tidak itu tidak nyata pergi sana, saya enggak dengar. Nanti halusinasi itu akan pergi. Kalau dia halusinasi, terhadap kenyataan sulit masuk. Dengar suara, yang orang lain enggak dengar,” jelas Yani.
Perawat memiliki metode untuk mengusir halusinasi tersebut. Untuk mencegah halusinasi kembali datang, perawat membuat pasien lupa dengan cara menambah kesibukkan pasien untuk mengalihkan perhatiannya.
“Pasien diajarkan kemampuan, harus menyibukkan diri. Keluarganya juga harus mendukung supaya perhatiannya teralihkan,” katanya.
Seseorang dengan halusinasi tidak bisa dipastikan berapa lama masa penyembuhannya. Cara pengobatannya juga menggunakan terapi obat dan penyadaran perilaku.
“Lihat dulu gangguan prilakunya apa. Biasanya kita enggak bisa intervensi keperawatan, karena mereka menarik diri dan diam misalnya. Pasti ada obat khusus dari psikiater. Kita perawat lebih kepada memberi treatment perilaku agar tak menarik diri,” kata Yani.
Caranya dengan mengajarkan dengan social skill training atau keterampilan sosialisasi. Ajak mereka melakukan sesuatu untuk menarik mereka lagi ke dunia nyata. “Ini sangat relatif peluang sembuhnya. Enggak bisa kita pastikan, tergantung pada gejala,” tutup Yani. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
