
ilustrasi murung dan depresi ketika dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya
JawaPos.com - Istilah katarsis mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah di luncurkannya sebuah film series psikologi di aplikasi Vidio berjudul serupa yakni 'Katarsis'.
Dilansir dari Kemenkes RI, katarsis adalah sebuah seni untuk pemurnian atau pembersihan disertai pelepasan emosi dan vibrasi negatif yang efektif untuk membantu pemulihan dan pembaharuan mental dan spirit.
Proses pelepasan emosi dan energi negatif melalui metode katarsis ini secara langsung akan melepaskan berbagai endapan emosi yang telah lama tertahan dan mengendap karena tidak dikeluarkan.
Metode katarsis memungkinkan seseorang untuk mengeluarkan emosinya dalam bentuk shaking (menggetarkan seluruh anggota tubuh baik lengan, tangan, jari, kaki, punggung, dan kepala), tremor (gerakan gemetar pada satu atau beberapa bagian tubuh), berteriak, dan menangis.
Dikutip JawaPos.com dari kampuspsikologi.com, untuk dapat mengeluarkan emosi menggunakan metode katarsis ini, beberapa cara dapat dilakukan seseorang, diantaranya mendengarkan musik, menonton film, curhat dengan teman, ataupun olahraga.
Masih terdapat perdebatan yang besar mengenai pengaplikasian metode katarsis ini. Sebab, masyarakat sudah menyerap istilah katarsis ini sebagai sebuah istilah yang mengarah pada pelampiasan.
Meski begitu, diketahui terdapat beberapa manfaat yang dapat di peroleh saat seseorang menggunakan katarsis sebagai metode penyembuhan emosinya, diantaranya:
1. Membantu Pelepasan Stress
Dalam melakukan katarsis seseorang akan diajak untuk melepaskan stres pikiran, emosi dan stres fisik melalui praktek pelepasan ketegangan dan tremor dengan menggetarkan tubuh.
2. Melepaskan Trauma
Rasa takut terhadap masa lalu akan membatasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Metode katarsis memungkinkan seseorang untuk dapat menyelami trauma tersebut. Pada awalnya, rasa takut pasti tetap muncul, namun setelah terbiasa hidup dengan trauma itu, perlahan seseorang akan menerima trauma terabyte sebagai bagian dari kehidupannya.
3. Melepas Vibrasi Negatif
Membuat diri menjadi semakin baik karena energi negatif dalam diri perlahan lahan dibersihkan dengan cara aman dan positif.
4. Atasi Gangguan Penyakit
Mengatasi gangguan penyakit yang diakibatkan oleh pikiran negatif seperti gangguan pikiran, gangguan emosi, gangguan psikosomatis, penyakit fisik karena pikiran, gangguang perilaku dan kebiasaan buruk.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
