
Ilustrasi begadang.
JawaPos.com–Banyak orang menjadikan begadang sebagai kebiasaan. Merasa tubuhnya masih kuat, melupakan waktu istirahat. Akibatnya, ritme jam biologis tubuh terganggu dan menimbulkan perubahan hormon tubuh.
Ahli Sleep Disorders Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) dr Wardah Rahmatul Islamiyah SpN(K) mengungkapkan, irama jam tidur terbentuk dari pola asuh sejak kecil.
”Irama tubuh orang begadang berbeda dengan orang biasanya. Begadang itu intinya melawan jam tubuh,” papar Wardah.
Hal itu bukan tanpa alasan, lantaran adanya hormon melatonin yang menyebabkan rasa kantuk. Hormon tersebut akan meningkat ketika cahaya gelap.
”Biasanya mulai muncul (hormon melatonin) dari pukul enam sore. Kemudian akan memuncak sekitar pukul sembilan ke sepuluh malam. Lalu, pada pukul dua akan mulai menurun. Otomatis itu,” imbuh Wardah Rahmatul Islamiyah.
Apa Saja Penyakit dari Kebiasaan Begadang?
Pada umumnya kebiasaan begadang sembari makan camilan di tengah malam. Tak heran, organ yang semestinya beristirahat terpaksa harus bekerja. Hal tersebut memicu risiko obesitas, diabetes, dan gerd.
”Sekarang itu banyak anak muda yang terkena gerd (asam lambung meningkat). Salah satu penyebabnya ya begadang,” tutur Wardah Rahmatul Islamiyah, dokter di Rumah Sakit Universitas Airlangga tersebut.
Di samping itu, lanjut dia, begadang juga memicu depresi dan hipertensi. Pasalnya hormon kortisol yang seharusnya rendah pada malam hari secara otomatis meningkat.
Kortisol yang meningkat memicu denyut jantung meningkat sehingga menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi).
”Orang yang kortisolnya tinggi akan mudah stres dan depresi. Keesokan paginya baper. Mudah marah, mood gak stabil. Apalagi jika begadang main game online, menang jadi lebih excited, kalau kalah bad mood,” terang Wardah Rahmatul Islamiyah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
