
Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC) Dr. Richard Quek menjelaskan bahaya kanker sarkoma.
JawaPos.com - Berbagai jenis kanker tentu berbahaya. Masyarakat barangkali secara umum sering mendengar kanker otak, kanker payudara, kanker usus, kanker getah bening dan lainnya. Namun untuk kanker jenis Sarkoma, pasti masih terdengar awam.
Karena tidak terlalu memberikan gejala dan tanda yang khas, dunia medis pun terkadang salah diagnosis atau sulit dideteksi. Bahkan terkadang keliru dianggap sebagai kanker tulang.
Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC) dr. Richard Quek menjelaskan Sarkoma merupakan jenis kanker yang berkembang di jaringan ikat, seperti otot, lemak, tulang, tulang rawan, dan pembuluh darah. Kanker ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, serta memiliki gejala yang tampaknya tidak berbahaya dan sulit dibedakan dari penyakit-penyakit ringan.
"Terdiri atas lebih dari 70 sub-tipe, sarkoma menjadi rumit untuk didiagnosis dan ditangani. Pemahaman masyarakat awam maupun sebagian besar tenaga medis pun masih amat terbatas. Hal ini menyebabkan munculnya diagnosis yang telat atau keliru, serta penanganan yang tidak tepat," paparnya dalam konferensi pers baru-baru ini.
Gejala yang Sering Salah
Beberapa orang mungkin mengesampingkan beberapa gejala umum sebagai tanda-tanda penyakit ringan. Nyeri sendi, misalnya sering diasosiasikan dengan rematik, sementara perut kembung dihubungkan dengan asam lambung. Namun, gejala-gejala ini sebenarnya dapat menjadi tanda-tanda penyakit yang lebih serius dan rumit, seperti sarkoma.
"Sarkoma ini jenis kanker. Bukan berarti ada jinak atau ganas. Tetapi memang sudah termasuk kanker dengan berbagai tingkatan level atau stadium," papar dr. Richard.
Sebuah studi dari Amerika Serikat (AS) memprediksi, lebih dari 13 ribu orang di AS akan terdiagnosis memiliki sarkoma jaringan lunak di tahun 2018, dan mengakibatkan sekitar 5 ribu kematian. Sementara, penelitian lain menemukan kesalahan penanganan pada 70 persen pasien, sehingga turut berkontribusi pada masih rendahnya tingkat kelangsungan hidup rata-rata lima tahun (five-year survival rate), yaitu sekitar 50 persen saja.
Sarkoma dianggap langka karena hanya ditemui pada 1 persen kasus kanker dewasa. Namun, data-data terbaru mengindikasikan bahwa sarkoma mungkin lebih umum daripada yang diyakini sebelumnya. Antara lain, studi di Inggris menunjukkan lompatan signifikan dalam jumlah orang yang didiagnosis terkena sarkoma setiap tahunnya, dari 3.800 menjadi 5.300 saat ini.
"Ini memprihatinkan karena sampai saat ini pemahaman kita akan sarkoma yang begitu kompleks ini masih kurang lengkap, khususnya di Asia," kata dr. Richard.
Dibandingkan dengan populasi barat, masih belum banyak pusat data nasional yang resmi di Asia tentang kanker sarkoma. Sehingga data tentang prevalensi sarkoma dan bagaimana penyakit tersebut dikelola di wilayah ini masih terbatas. Ini sering menyebabkan diagnosis yang terlambat atau tidak akurat, yang kemudian menyebabkan penanganannya juga tidak tepat.
"Kesadaran dan pemahaman tentang sarkoma masih cenderung rendah, baik di kalangan masyarakat umum maupun tenaga kesehatan profesional. Dan kanker ini bisa ada di seluruh bagian tubuh, dan berbeda dengan kista atau fibroadenoma mamae (FAM) di payudara," tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
