alexametrics

Kenali Gejala HIV AIDS, Bisa Dimulai dari Diare dan Infeksi Jamur

1 Desember 2019, 12:10:02 WIB

JawaPos.com – Seseorang harus memiliki pengetahuan yang tepat seputar penularan virus HIV AIDS. Sehingga setiap orang bisa mencegah dan menghindari risikonya. Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) juga harus terus semangat dan disiplin dalam berobat.

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Penetapan tanggal ini telah dilakukan sejak 31 tahun lalu. Tema tahun ini yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah ‘Komunitas Membuat Perbedaan’.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan, virus HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sehingga pasien yang terinfeksi oleh HIV ini akan mengalami berbagai infeksi oportunistik yang bisa mematikan penderitanya.

Saat ini data di Indonesia menyebutkan bahwa penderita HIV/AIDS mencapai hampir 650 ribu penduduk. Jakarta masih dilaporkan terbanyak jumlah HIV di Indonesia

“Sebagian besar saat saya mendiagnosa pasien, pasien tersebut sudah berobat ke dokter lain, tapi diagnosis HIV belum terpikirkan oleh dokter-dokter sebelumnya biasanya,” kata dr. Ari kepada JawaPos.com, Minggu (1/12).

Umur pasien juga bervariasi. Ada yang baru berumur 25 tahun. Bahkan ada yang berumur 65 tahun. Profesinya juga macam-macam dari mulai penjaja seks sampai ibu rumah tangga.

“Jadi boleh dibilang bahwa HIV, dapat diderita oleh siapa saja dan dari semua kalangan,” jelasnya.

Gejala Awal HIV AIDS

Menurut dr. Ari, sebagian besar pasien datang dengan diare kronis, diare yang sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. Sebagian besar pasien datang dengan berat badan turun.

“Faktor risiko menjadi tidak jelas ketika pasien bukan pengguna narkoba jarum suntik, bukan pelaku seks bebas baik dengan lawan jenis maupun sejenis,” ungkapnya.

Gejala-gejala pertama yang muncul bisa macam-macam. Ada juga pasien yang terdiagnosis setelah tindakan endoskopi ditemukan jamur pada kerongkongannya (esofagus).

Lidah yang putih akibat jamur disertai berat badan turun juga perlu diduga disebabkan oleh virus HIV. TBC paru pada pasien dengan risiko tinggi menderita HIV AIDS harus dievaluasi kemungkinan terinfeksi HIV.

Kadang kala terjadi gangguan kulit pasien yang terjadi terutama pada tangan pasien bisa menjadi gejala awal HIV AIDS. Bahkan ada pasien yang datang sudah kejang-kejang akibat virus HIV sudah mengenai otaknya.

Dengan semakin banyak kasus HIV di tengah masyarakat mestinya kemampuan dokter untuk mendeteksi kasus ini tinggi. Semakin cepat diobati semakin cepat kita mencegah komplikasi yang terjadi.

“Saat ini pasien-pasien saya yang diobati dan harus minum obat seumur hidup, obatnya gratis dari pemerintah. Mereka bisa hidup normal tanpa keluhan bahkan berat badan mereka sudah kembali seperti sebelum sakit,” tegasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads