alexametrics

Bisa dari Ciuman, Kenali 4 Kategori Orang Berisiko Tertular HIV AIDS

1 Desember 2019, 15:22:53 WIB

JawaPos.com – Mitos dan anggapan yang keliru pada penularan virus HIV AIDS bisa berujung pada pengucilan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Takut bergaul dan bersentuhan dengan ODHA, menjadi stigma yang salah karena kurangnya edukasi. Maka dari itu, seseorang harus paham dulu apa saja yang bisa menularkan virus HIV AIDS.

Ketua Umum Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia (KSIMSI) dr. Hanny Nilasari, SpKK, menjelaskan seseorang harus menyadari jika dirinya memang berisiko untuk cek ke dokter. Menurut dr. Hanny masih ada pemahaman yang salah seputar penularan virus HIV AIDS salah satunya anggapan virus itu bisa menular lewat ciuman.

“Berciuman itu ada beberapa tingkatan. Ciuman skin to skin, mencium tangan, hingga ciuman bibir ke bibir (kecupan). Lalu ada juga ciuman french kiss yang menggunakan kontak air liur masing-masing,” jelasnya dalam diskusi di Jakarta baru-baru ini.

Nah ciuman skin to skin atau bibir ke kulit, tak akan menularkan virusnya. Ciuman bisa memiliki peluang menularkan jika sudah terjadi kontak air liur dan ada luka.

“Ciuman mulut ke mulut di saat bibir kita basah bisa ada daya tular tapi rendah yaitu 0,000 sekian persen. Nah French Kiss kontak mulut ke mulut dengan air liur bisa menularkan meski hanya 0 koma sekian persen. Daya tularnya tetap berisiko,” katanya.

Lalu saat kapan seseorang harus mulai memeriksakan diri ke dokter karena berisiko tertular HIV AIDS?

1. Kontak Seksual di Luar Pernikahan

Ketika Anda sudah melakukan hubungan seks dengan bukan bersama suami/istri. Itu menjadi faktor risiko.

2. Berhubungan dengan Orang Berbayar

Ketika sudah berhubungan intim dengan Wanita Pekerja Seksual (WPS). Itu menjadi risiko penularan.

3. Lakukan Seks Sesama Jenis

Melakukan seks dengan sesama jenis juga bisa menjadi risiko penularan.

4. Bergantian jarum suntik

Pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik bergantian berisiko tertular HIV AIDS. Maka sadari sejak dini akan lebih baik.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads