alexametrics

Cek 7 Mitos dan Fakta Masalah Kesehatan yang Berkaitan dengan Makanan

1 Juli 2020, 08:00:27 WIB

JawaPos.com – Kemudahan informasi tentang masalah kesehatan di dunia maya tak selamanya mencerahkan. Sebab, ada saja informasi yang membingungkan. Terlebih jika masalah kesehatan tersebut dikaitkan dengan makanan.

Diakui Ardy Brian Lizuardi, Master of Science in Nutrician and Health Wageningen University, Belanda, memang ada beberapa mitos seputar masalah kesehatan yang tersebar di dunia maya. Bahkan, ada informasi yang menyebabkan salah penerapan atau pemahaman di masyarakat.

Misalnya seperti kebiasan ngemil dikatakan bisa bikin gemuk. Atau MSG yang dikaitkan dengan masalah otak. Padahal, ungkap Arsy, tidak semuanya benar. Berikut tujuh mitos dan fakta masalah kesehatan yang sering terdengar di masyarakat.

1. Camilan Bikin Gemuk

Sering kali kita mendengar kalau makan camilan atau yang dikenal dengan nyemil bisa bikin gemuk. Maka tak jarang kalimat seperti ‘Jangan terlalu banyak ngemil, nanti gemuk’ sering dilontarkan. Apa iya demikian?

Menurut Ardy, tak selamanya ngemil bikin gemuk. Bahkan, jika camilan yang dimakan rebdah kalori dan kaya serat, justru bisa membantu menurunkan berat badan. Dalam Studi menyebutkan bahwa ngemil sehat adalah yang tinggi serat dan mengandung protein ternyata akan membuat asupan kalori berkurang.

“Jadi mereka enggak akan makan terlalu banyak saat jam makan datang. Dengan nyemil lambung jadi terisi dan kita cenderung makannya jadi enggak banyak saat jam makan,” kata Ardy dalam bincang-bincang virtual NutriClass.

2. Gula Pasir Sumber Energi

Dikatakan Ardi hal ini tidaklah benar. Sebab gula pasir mengandung karbohidrat sederhana yang akan berubah menjadi energi namun tidak memiliki manfaat lain. Justru, gula pasir juga akan membuat kadar gula dalam darah meningkat dengan sangat cepat.

“Kalau kadar gula naiknya terlalu cepat akan jadi energi dan kalau terlalu banyak jadi lemak,” jelas Ardy.

3. Kecap Manis Tinggi Garam

Hal ini ppun hanya mitos. Ardy menjelaskan, memang dalam proses fermentasi, kedelai diberi garam. Selian itu, saat proses terakhir, kecap manis pun ditambahkan garam. Namun hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan rasa.

“Kalau enggak dikasih garam, rasanya cuma manis orang enggak akan suka. Makanya produsen-produsen menambahkan garam. Penambahan garam adalah

4. Hubungan Daging Kambing dengan Darah Tinggi

Beberapa orang menganggap kalau makan daging kambing maka bisa membuat darah tinggi. Padahal hal ini tidaklah benar. Sebab, ungkap Ardy, yang menyebabkan darah tinggi bukanlah daging kambingnya. Melainkan jumlah garam dan bumbu ketika memasak daging kambing.

Misalnya, daging kambing diolah dengan tambahan santan, kecap, dan garam. Untuk itu, jika ingin memakan daging kambing, usahakan tidak memakai kecap atau santan yang berlebihan.

5. MSG Merusak Otak

Terkait MSG bisa merusak otak, tidak ada penelitian yang menunjukkan hal tersebut adalah benar. Sebab, MSG sudah dinyatakan aman asal dikonsumsi sesuai batas.

Kendati demikian, MSG memang mengandung sodium yang bisa berefek negatif terhadap tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan. Kurangi penggunaan MSG dengan rempah atau gunakan kecap rendah kalori.

6. Susu Bikin Gemuk

Hal ini tidaklah benar. Susu memiliki banyak manfaat. Terlebih untuk perempuan yang siap untuk menjadi ibu. Saat ini susu memiliki banyak pilihan, jika takut gemuk Anda bisa mengonsumsi susu yang rendah lemak dan kalori.

“Susu mengandung kalsium dan ini yang akan diberikan kepada calon bayi saat di kandungan, jadi tabungan kalsiumnya cukup untuk ibu dan anak. Kalau kurang saat lansia akan mengalami osteoporosis,” jelas Ardy.

7. Gula Aren Lebih Sehat

Sering kita dengar kalau gula aren, gula batu atau gula madu dikatakan lebih baik dari gula pasir. Apa benar? Menurut Ardy, semua jenis gula mengandung kalori. Memang ada perbedaan jumlah kalorinya dengan gula pasir, namun hanya sedikit selisihnya. Tapi yang paling penting, setiap jenis gula yang dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Antara



Close Ads