← Beranda

Psikologi Ungkap 7 Ciri Kepribadian Unik Orang yang Selalu Memilih Kursi Sofa dibanding Meja Biasa

Lania MonicaSabtu, 24 Januari 2026 | 17.09 WIB
Ilustrasi kepribadian unik orang yang selalu memilih kursi sofa (Geediting)


JawaPos.Com - Pilihan tempat duduk di kafe atau restoran sering kali dianggap sebagai hal sepele. Namun, psikologi justru melihat bahwa preferensi sederhana ini dapat mencerminkan karakter, kebutuhan emosional, hingga cara seseorang berinteraksi dengan dunia sekitarnya.

Dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (23/01), berikut adalah 7 ciri kepribadian unik menurut psikologi yang dimiliki orang yang selalu memilih kursi sofa (bilik) dibandingkan meja biasa.

1. Sangat Menghargai Privasi dan Batasan Pribadi

Orang yang cenderung memilih kursi sofa umumnya memiliki kebutuhan tinggi akan ruang pribadi dan privasi. Pembatas fisik pada kursi sofa menciptakan rasa aman dan nyaman yang tidak didapatkan dari meja terbuka.

Riset dalam Journal of Environmental Psychology menyebutkan bahwa individu dengan preferensi privasi tinggi lebih memilih tempat duduk yang memiliki batas fisik karena membantu mengontrol interaksi sosial dan lingkungan sekitar.

2. Cenderung Berkepribadian Introvert

Psikologi mengaitkan pilihan duduk di kursi sofa dengan kecenderungan introvert. Kursi sofa membantu membatasi rangsangan visual dan suara dari sekitar, sehingga lebih nyaman bagi mereka yang mudah lelah secara sosial.

Ini bukan berarti antisosial, melainkan cara alami untuk mengelola energi dan tetap menikmati interaksi tanpa merasa kewalahan.

3. Memiliki Sensitivitas Sensorik yang Tinggi

Orang dengan kepekaan sensorik tinggi sering merasa terganggu oleh kebisingan dan aktivitas di sekitarnya. Kursi sofa memberikan efek peredam suara dan visual yang membantu otak bekerja lebih tenang.

Psikologi lingkungan menunjukkan bahwa individu dengan sensitivitas tinggi cenderung mencari ruang yang memberi perlindungan sensorik agar tetap fokus dan nyaman.

4. Mengutamakan Hubungan yang Bermakna

Penyuka kursi sofa umumnya lebih menghargai percakapan yang dalam dan berkualitas dibandingkan interaksi dangkal. Suasana kursi sofa yang lebih tertutup dan intim secara alami mendorong:

  • Kontak mata yang lebih intens

  • Percakapan yang lebih personal

  • Minim gangguan dari lalu-lalang sekitar

  • Perasaan berada di “ruang sendiri”

Kondisi ini sangat mendukung terciptanya koneksi emosional yang lebih kuat.

5. Memiliki Kesadaran Keamanan yang Tinggi

Psikologi juga mengaitkan kebiasaan memilih kursi sofa dengan naluri keamanan. Duduk dengan punggung terlindungi dan pandangan menghadap ruangan memberi rasa aman secara bawah sadar.

Hal ini bukan tanda kecemasan berlebihan, melainkan refleksi dari kesadaran lingkungan dan insting perlindungan diri yang kuat.

6. Menyukai Kenyamanan dan Suasana Cozy

Orang yang selalu memilih kursi sofa biasanya memiliki kecenderungan menyukai kenyamanan fisik dan suasana hangat. Bantalan empuk, ruang yang lebih tertutup, serta rasa “terbungkus” memberikan efek menenangkan secara psikologis.

Preferensi ini sering juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyukai sudut baca, kursi dekat jendela, atau menciptakan area rumah yang terasa nyaman dan tenang.

7. Memiliki Kemampuan Observasi yang Tajam

Kursi sofa menawarkan sudut pandang ideal untuk mengamati sekitar tanpa harus terlibat langsung. Tak heran, penyuka kursi sofa sering memiliki kemampuan observasi yang kuat dan rasa ingin tahu tinggi terhadap perilaku manusia.

Psikologi melihat kecenderungan ini sebagai tanda kepekaan sosial dan ketertarikan mendalam pada dinamika hubungan antarindividu.

EDITOR: Novia Tri Astuti