JawaPos.com – Kebanyakan orang akan melakukan apa saja untuk menghindari rasa tidak nyaman yang dialaminya.
Entah itu menghindari pembicaraan yang sulit, menunda janji, tetap diam saat seharusnya berbicara, bahkan bertahan dalam situasi tertentu.
Untuk mengatasi momen yang tak mengenakkan, maka dilakukan penghindaran.
Menurut experteditor, psikologi mengungkapkan enam ciri orang yang sering berusaha keras menghindari rasa sakit.
- Penundaan
Beberapa orang menghindari perasaan-perasaan yang tak enak, seperti takut gagal, takut sukses, malu, bingung, dan tidak nyaman karena tidak tahu harus mulai dari mana.
Saat berupaya keras menghindari rasa sakit, penundaan dapat menjadi kebiasaan Anda.
- Menyenangkan orang lain dan takut konflik
Jika pikiran tentang seseorang yang kecewa terhadap Anda membuat perutmu mual, kemungkinan besar Anda telah belajar menghindari rasa sakit akibat konflik dengan menyenangkan orang lain.
Di baliknya terdapat rasa takut akan penolakan atau ditinggalkan.
Di suatu tempat, otak mempelajari bahwa membuat orang lain bahagia adalah cara teraman untuk tetap disukai dan menghindari rasa sakit emosional.
- Terlalu mengontrol
Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana beberapa orang merencanakan setiap detail keseharian, perjalanan, jalan hidup, bahkan masa pensiun?
Di permukaan, mereka tampak terorganisasi. Terkadang, di balik itu semua, yang penting adalah menghindari ketidaknyamanan.
Psikologi menghubungkan hal ini dengan kecemasan dan perfeksionisme.
- Melarikan diri ke dalam gangguan dan kesibukan
Saat mencoba menghindari rasa sakit batin, beberapa orang kerap kali mencari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian.
Kehidupan modern menawarkan prasmanan tanpa akhir, seperti menggulir, streaming, mengemil, berbelanja, atau bekerja lebih lama dari yang seharusnya.
Ini dilakukan agar tetap sibuk atau terhibur sehingga tidak perlu memikirkan atau merasakan hal-hal yang tidak nyaman.
- Berada dalam situasi yang aman namun tidak memuaskan
Ciri lain adalah bertahan dalam pekerjaan, hubungan atau rutinitas yang terasa mati, hanya karena alternatifnya terasa terlalu menakutkan.
Anda menukar rasa sakit tajam akibat perubahan dengan rasa sakit tumpul akibat stagnasi dan menghindari ketidaknyamanan sebagai gantinya menerima penderitaan panjang dan ringan.
- Menyalahkan orang lain untuk menghindari tanggung jawab
Ketika berusaha keras menghindari rasa sakit, beberapa orang sering mengatasinya dengan menyalahkan individu lain.
Itu bisa menjadi cara untuk melindungi diri Anda dari sengatan refleksi diri.
Jika semuanya adalah kesalahan orang lain, Anda tidak perlu menghadapi masalah tersebut.
***