← Beranda
Kenapa Kenangan Lama Bisa Bikin Merasa Aman di Masa Kini? Ini Rahasia Nostalgia dari Pandangan Psikologi
Oliviea Novrimada ZahraRabu, 27 Agustus 2025 | 21.33 WIB
Ilustrasi perempuan sedang bermimpi. (Freepik)

JawaPos.com – Bayangkan Anda mendengar lagu lama dari masa kecil, melihat foto lawas, atau mencium aroma yang mengingatkan pada rumah nenek. Tiba-tiba hati terasa hangat, nyaman, bahkan merasa aman.

Nostalgia bukan sekadar kerinduan pada masa lalu. Dalam perspektif psikologi, ia bisa menjadi pelindung emosional dalam dunia yang terus berubah dan penuh tekanan.

Apa Itu Nostalgia? Dari Rasa Sakit Menjadi Pelipur Lara

The Guardian menjelaskan, secara etimologis, kata ‘nostalgia’ berasal dari bahasa Yunani yaitu nóstos (kepulangan) dan álgos (rasa sakit). Pada abad ke-17, nostalgia sempat dianggap sebagai penyakit mematikan.

Orang yang sangat merindukan rumah dapat jatuh sakit dan bahkan meninggal. Namun, pandangan itu telah berubah drastis.

Nostalgia Sebagai Ruang Keamanan Emosional

Menurut Psychology Today, nostalgia dapat membantu melarikan diri sejenak ke masa ketika hidup terasa lebih aman. Ini bisa memberikan kenyamanan emosional ketika stres atau kecemasan datang.

Situs Medium juga menyebut nostalgia mampu meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri, memberi makna hidup ketika berada dalam ketidakpastian,membantu tetap otentik, selaras dengan nilai dan diri sendiri, dan membawa kegembiraan instan melalui pelepasan dopamine.

Fungsi Psikologis Nostalgia Melampaui Sekadar Kenangan

Platform Human Flourishing Lab menyebut nostalgia sebagai sumber daya psikologis yang kuat. Ketika sedih atau merasa rendah diri, kita cenderung bernostalgia dan dari situ datang suasana hati positif, rasa terhubung sosial, harga diri, bahkan semangat untuk maju.

Nostalgia punya kekuatan motivasional yang bisa memberi energi, kepercayaan diri, dan inspirasi untuk mencapai tujuan hidup.

Situs PMC turut menjelaskan studi psikologis menunjukkan bahwa dalam percobaan nostalgia, seseorang melaporkan peningkatan penghargaan diri, optimisme, makna hidup, dan keterhubungan sosial.

Menurut University of Southampton, saat mengalami tekanan emosional, nostalgia membantu mengurangi dampak negatif dengan memunculkan kenangan berharga. Nostalgia memperkuat identitas, menumbuhkan rasa memiliki, memupuk harga diri, dan memberi arti pada kehidupan.

Bagaimana Nostalgia Membuat Kita ‘Aman’ di Masa Kini

University of Southampton menyoroti, nostalgia sering menampilkan kenangan bersama orang terdekat seperti keluarga, teman, atau lingkungan hangat yang membangun rasa memiliki dan dukungan sosial.

Psychology Today turut menjelaskan noltalgia memperkuat identitas dan makna hidup. Kita bisa mengingat siapa kita dulu. Ini membantu memahami siapa kita sekarang dan menjaga rasa tujuan dalam hidup. Saat cemas, nostalgia memberikan oasis emosional yang bisa mengurangi stres, cemas, dan kesepian dengan menghadirkan perasaan familiar dan positif.

Human Flourishing Lab juga menyebut kenangan masa lalu yang inspiratif dapat membangkitkan semangat, meningkatkan optimisme, dan memotivasi kita untuk bertindak maju

Manfaat dan Risiko Nostalgia

Dilansir dari situs Medium, meskipun kebanyakan positif, nostalgia juga bisa menjadi pedang bermata dua. Jika terlalu sering dibandingkan masa lalu, dapat memperkuat kecemasan atau menghalangi adaptasi di masa kini.

Nostalgia kadang menyisakan perasaan sedih atau penyesalan yang masih bisa memicu stres bagi sebagian orang. Makanya, nostalgia terbaik dinikmati sebagai ‘teman’, bukan ‘pelarian penuh waktu’. Nostalgia bukan hanya tentang mengingat, melainkan juga tentang merasa aman, dimengerti, dan didorong.

Ini bisa menjadi jembatan batin antara masa lalu dan sekarang yang penuh ketidakpastian. Dari perspektif psikologi, nostalgia adalah strategi emosional yang efektif untuk menjaga kestabilan di tengah arus perubahan.

EDITOR: Edy Pramana