JawaPos.com – Inovasi menjadi kunci keberhasilan di era modern, baik di dunia kerja, bisnis, maupun kehidupan sehari-hari.
Menurut The Myers-Briggs Company (2023), setiap orang sebenarnya bisa menjadi inovator, tetapi cara melakukannya sangat bergantung pada tipe kepribadiannya.
MBTI, yang membagi manusia dalam 16 tipe, menyoroti bahwa beberapa tipe memiliki kecenderungan lebih kuat dalam menciptakan ide baru dan mengeksekusinya dengan berani.
Sebuah artikel dari 16Personalities menjelaskan bahwa inovator biasanya memiliki karakter fleksibel, terbuka pada kemungkinan baru, dan tidak terjebak dalam pola lama.
Mereka berani mengeksplorasi ide “out of the box” serta menghubungkannya dengan solusi praktis.
Tipe MBTI yang Paling Inovatif
-
ENTP (The Debater)
Dikenal sebagai si pemikir cepat dan penuh ide, ENTP gemar menantang status quo. Mereka tidak puas dengan cara lama dan selalu mencari pendekatan baru. Penelitian yang dimuat di ResearchGate (2024) menyebutkan bahwa kepribadian ENTP sering dipilih dalam bidang yang membutuhkan kreativitas tinggi, seperti pemasaran, teknologi, hingga dunia startup. -
ENFP (The Campaigner)
ENFP punya semangat besar, imajinasi luas, serta kemampuan menginspirasi orang lain. Mereka bukan hanya mencetuskan ide, tetapi juga pandai membuat orang percaya pada visi tersebut. Menurut Sun Education Group, banyak inovator sosial dan kreator konten berasal dari tipe ini karena jiwa eksploratif yang kuat. -
INTP (The Thinker)
Berbeda dengan ENTP dan ENFP yang ekspresif, INTP cenderung tenang namun analitis. Mereka sering kali menemukan solusi kreatif dari masalah rumit. Situs 16Personalities menuliskan bahwa INTP memiliki keunggulan dalam bidang riset, teknologi, dan inovasi ilmiah. -
ENTJ (The Commander)
Selain kreatif, inovasi butuh kepemimpinan. ENTJ disebut sebagai tipe kepribadian yang mampu mengubah ide menjadi kenyataan. Menurut SIM Singapore, ENTJ sangat cocok memimpin tim inovasi karena punya visi strategis sekaligus keberanian mengambil keputusan.
Menurut artikel The Myers-Briggs Company, inovasi erat kaitannya dengan preferensi kognitif seseorang. Tipe dengan kecenderungan intuition (N) lebih mudah melihat pola besar dan kemungkinan baru dibandingkan tipe sensing (S) yang lebih fokus pada detail nyata. Inilah alasan mengapa ENTP, ENFP, INTP, dan ENTJ sering disebut sebagai “mesin inovasi”.
Selain itu, faktor perceiving (P) pada ENTP dan ENFP membuat mereka lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan. Sedangkan kombinasi thinking (T) dan judging (J) pada ENTJ membantu mereka mengeksekusi ide dengan terstruktur.
Bagaimana Inovasi Diterapkan di Dunia Kerja?
Sebuah studi di ResearchGate (2024) menegaskan bahwa perusahaan modern kini menggunakan MBTI untuk memilih kandidat yang tepat di posisi strategis. Tipe inovatif biasanya ditempatkan di bidang pengembangan produk, riset, atau divisi kreatif.
Namun, inovasi tidak hanya milik ENTP, ENFP, INTP, atau ENTJ saja. Setiap tipe MBTI memiliki cara unik untuk berinovasi. Misalnya, tipe ISFJ mungkin berinovasi lewat peningkatan sistem kerja yang lebih efisien, sedangkan ESTJ bisa menghadirkan inovasi lewat manajemen yang lebih terstruktur.
Bagaimana Cara Mengembangkan Jiwa Inovator?
Pakar psikologi menyarankan beberapa langkah agar seseorang bisa lebih inovatif:
-
Berani mencoba hal baru. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
-
Bangun jaringan luas. Interaksi dengan orang berbeda perspektif akan memperkaya ide.
-
Asah rasa ingin tahu. Semakin banyak bertanya, semakin besar peluang menemukan solusi kreatif.
-
Refleksi diri. Evaluasi dari kesalahan bisa jadi pintu inovasi baru.
Inovasi bukan hanya milik mereka yang lahir dengan kepribadian tertentu. Meski MBTI memberi gambaran siapa yang lebih condong jadi inovator, setiap orang tetap punya peluang untuk mengasah kreativitasnya. Entah itu ENTP yang penuh ide liar, INTP yang analitis, atau ENTJ yang visioner—semuanya punya peran penting dalam menciptakan perubahan. Yang terpenting adalah keberanian untuk berpikir berbeda dan konsistensi untuk mewujudkan ide menjadi nyata.