JawaPos.com - Perjalanan menuju kebahagiaan bukanlah tentang mencoba menjadi orang lain. Ini adalah tentang menerima siapa diri Anda yang sebenarnya.
Keaslian lebih dari sekadar kata kunci. Itu adalah landasan kebahagiaan sejati. Menjadi diri sendiri bukan hanya sebuah pilihan, itu sangat penting. Dan saya di sini untuk memberi tahu Anda alasannya.
Dikutip dari geediting pada Jumat (11/7), berikut beberapa hal yang harus dilakukan seseorang agar bahagia.
1) Merangkul diri Anda yang otentik
Siapakah Anda sebenarnya?
Ini adalah pertanyaan yang terdengar sederhana, namun sebenarnya bisa sangat kompleks.
Langkah pertama menuju kebahagiaan adalah merangkul diri Anda yang sebenarnya, jauh di lubuk hati Anda. Bukan orang yang Anda pikir orang lain inginkan. Bukan orang yang seharusnya Anda menjadi menurut norma-norma masyarakat. Tapi diri Anda yang sebenarnya, yang otentik.
Ini adalah tentang mengakui kekuatan dan kelemahan Anda dan menerimanya sebagai bagian dari diri Anda. Ini tentang menghormati nilai-nilai pribadi Anda, hasrat dan kebiasaan Anda, bahkan jika itu tidak sesuai dengan apa yang “populer” atau “diharapkan”.
Karena ketika Anda mulai berpura-pura menjadi orang lain atau menyembunyikan sebagian dari diri Anda, Anda tidak hanya membohongi diri sendiri, tetapi juga menyiapkan diri Anda untuk ketidakbahagiaan.
Jadi, jangan menghindar dari jati diri Anda. Terimalah itu. Karena menjadi diri sendiri bukanlah pilihan - itu penting untuk kebahagiaan sejati.
Dan ingat, keaslian akan menarik keaslian. Ketika Anda jujur pada diri sendiri, Anda akan menarik orang-orang yang menghargai dan mencintai diri Anda yang sebenarnya.
Bukankah itu prospek yang jauh lebih membahagiakan?
2) Perjalanan saya menuju keaslian
Izinkan saya berbagi sedikit kisah saya sendiri.
Untuk waktu yang lama, saya menjalani kehidupan yang tidak benar-benar milik saya. Saya sibuk mencoba menyesuaikan diri dengan sebuah cetakan, mencoba menjadi orang yang saya pikir saya seharusnya. Orang yang saya pikir orang lain inginkan.
Saya mendapatkan pekerjaan yang terlihat mengesankan di atas kertas, mempertahankan lingkaran sosial yang tampaknya ‘benar’, dan membuat pilihan berdasarkan apa yang diharapkan dari saya. Namun ada masalah - saya tidak bahagia.
Di dalam diri saya, saya merasa tidak puas dan terputus. Saya mulai menyadari bahwa dengan mencoba untuk hidup sesuai dengan sebuah citra, saya telah kehilangan kontak dengan diri saya yang sebenarnya.
Jadi, saya membuat perubahan. Saya membuat keputusan untuk mulai hidup untuk diri saya sendiri.
Ini berarti membuat beberapa keputusan sulit. Ini berarti melepaskan hubungan dan jalur karier tertentu. Ini berarti menghadapi beberapa kebenaran yang tidak nyaman tentang diri saya.
Tapi kau tahu apa? Semua itu tidak sia-sia.
Saat saya mulai merangkul diri saya yang sebenarnya - kebiasaan, hasrat, dan semuanya - adalah saat saya mulai merasa benar-benar bahagia. Rasanya seperti ada beban yang terangkat dari pundak saya.
Dan itulah mengapa saya dapat dengan yakin mengatakannya kepada Anda dari pengalaman saya sendiri: Jika Anda ingin bahagia, menjadi diri sendiri bukanlah suatu pilihan - itu sangat penting.
3) Ilmu tentang keaslian
Tahukah Anda bahwa ada dasar ilmiah mengapa menjadi diri sendiri dapat membawa kebahagiaan?
Para psikolog telah menemukan bahwa orang yang otentik - yaitu, mereka bertindak dengan cara yang konsisten dengan jati diri mereka yang sebenarnya - cenderung memiliki harga diri yang lebih tinggi, kesehatan mental yang lebih baik, dan hubungan yang lebih memuaskan.
Ini bukan hanya tentang merasa nyaman dengan diri sendiri. Ini adalah tentang fakta bahwa ketika Anda menjadi diri sendiri, Anda hidup selaras dengan nilai-nilai dan hasrat Anda. Hal ini menciptakan rasa kepuasan dan tujuan, yang pada gilirannya mendorong kebahagiaan.
Di sisi lain, menyangkal atau menyembunyikan bagian dari diri Anda dapat menimbulkan perasaan cemas, depresi, dan terisolasi.
Jadi, ingatlah bahwa menjadi diri sendiri bukan hanya sebuah mantra yang menyenangkan. Hal ini berakar pada ilmu psikologi dan merupakan bagian penting untuk menjalani hidup yang lebih bahagia.
4) Kekuatan penerimaan diri
Salah satu cara paling ampuh untuk merangkul diri Anda yang otentik adalah melalui penerimaan diri.
Penerimaan diri adalah tentang mencintai dan menghargai diri sendiri apa adanya. Ini adalah tentang mengakui kelemahan dan kekurangan Anda, sekaligus mengakui kekuatan dan pencapaian Anda.
Ketika Anda dapat melihat diri Anda di cermin dan merasakan cinta dan penerimaan, terlepas dari ketidaksempurnaan Anda, saat itulah Anda benar-benar menjadi diri Anda sendiri.
Dan coba tebak? Penerimaan ini tidak hanya menghasilkan rasa harga diri yang lebih kuat. Hal ini juga membuka jalan menuju kebahagiaan.
Mengapa? Karena ketika Anda menerima diri Anda tanpa syarat, Anda berhenti mengandalkan validasi eksternal untuk merasa nyaman dengan diri Anda sendiri. Anda berhenti mengejar cita-cita kesempurnaan yang tidak realistis. Anda memberi diri Anda kebebasan untuk menjadi diri Anda yang sebenarnya.
Dan itulah, teman, letak kebahagiaan sejati. Jadi ingatlah, jika Anda ingin bahagia, menjadi diri sendiri bukanlah sebuah pilihan - itu sangat penting.
5) Keunikan Anda adalah kekuatan Anda
Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang Anda. Kamu tahu apa itu? Itu adalah keunikan Anda.
Tidak ada orang lain di dunia ini yang persis seperti Anda. Anda memiliki pengalaman, bakat, minat, dan keunikan Anda sendiri yang membuat Anda menjadi diri Anda sendiri. Dan itu adalah sesuatu yang harus dirayakan!
Ketika Anda mencoba untuk menyesuaikan diri dengan orang lain atau memenuhi harapan orang lain, Anda menyangkal dunia akan keunikan diri Anda.
Dan inilah masalahnya: keunikan Anda bukan hanya tentang menjadi berbeda. Ini tentang menjadi diri Anda yang asli dan nyata. Ini tentang menjalani hidup yang terasa sesuai dengan diri Anda.
Di situlah keajaiban terjadi. Di situlah kebahagiaan hidup.
Jadi rangkullah keunikan Anda. Biarkan itu bersinar. Karena menjadi diri sendiri bukanlah pilihan - itu penting. Dan dunia membutuhkan Anda yang unik, otentik, dan luar biasa.