JawaPos.com - Tiba di fase bertemu dengan orang tua pasangan atau calon mertua merupakan tonggak hubungan yang mengasyikkan. Ada di fase ini bukan hanya pertanda bahwa Anda dan pasangan sudah memasuki fase serius untuk masa depan, tetapi juga kesempatan bagi Anda untuk mengenali pasangan dengan lebih baik.
Memahami bagaimana cara pasangan Anda dibesarkan dan bagaimana dinamika keluarga mereka saat mereka tumbuh dewasa, akan membantu Anda mempererat hubungan dengan pasangan.
Namun, bertemu dengan calon mertua untuk pertama kali akan memiliki kesan tersendiri bagi Anda. Anda akan merasa tegang bercampur dengan cemas dan senang, ini karena Anda ingin memberikan kesan yang baik di depan calon mertua Anda.
Tidak hanya itu, orang tua pasangan Anda kemungkinan akan menjadi bagian penting bagi kehidupan Anda di masa depan, terlebih lagi setelah menjalani kehidupan pernikahan.
Dilansir dari Paired, perasaan orangtua pasangan atau calon mertua Anda terhadap Anda akan memengaruhi masa depan hubungan Anda.
Dalam beberapa budaya, seringkali orang tua sudah menentukan dengan siapa anaknya akan menikah. Namun, di luar dari budaya, orang tua tetap memberi pengaruh dengan menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap calon pasangan anak mereka.
Seolah-olah hanya bertemu dengan orang tua pasangan adalah hal yang sangat menakutkan dan membuat kecemasan sendiri pada diri Anda.
Berikut 3 tips mengatasi kecemasan Anda ketika akan bertemu calon mertua atau orang tua pasangan Anda untuk pertama kalinya.
1. Ingat Alasan Anda Bertemu
Bertemu dengan orang tua pasangan adalah langkah besar dalam sebuah hubungan. Namun, yang harus Anda ingat adalah langkah ini diambil karena pasangan Anda ingin orang-orang yang pasangan Anda cintai, terlebih lagi orang tuanya juga mencintai Anda sebagaimana yang pasangan Anda lakukan.
Di keluarga yang memiliki ikatan kuat, memutuskan untuk mengenalkan pasangan kepada orang rumah adalah keputusan yang penting.
Jadilah diri Anda sendiri dan biarkan calon mertua Anda melihat apa yang anaknya lihat dalam diri Anda. Anda tidak perlu overthinking, bagaimanapun mereka pasti akan mencari alasan mengapa pasangan Anda tertarik dan berakhir dengan memilih Anda sebagai pasangannya.
2. Berpikirlah Positif dan Terbuka
Bagaimanapun keadaannya, tetaplah untuk berfikir positif dan terbuka.
Jika Anda datang dengan pikiran negatif dan membayangkan semua kemungkinan terburuk, maka besar juga kemungkinan Anda akan mencari sesuatu untuk mengonfirmasi apa yang ada pikirkan dan yakini, meski hal kecil sekalipun.
Usahakan jangan berasumsi yang tidak-tidak, karena pada dasarnya asumsi-asumsi akan membuat kesalahpahaman.
Datang dengan pikiran terbuka, Anda akan fokus membangun hubungan yang terasa nyata atau tidak dibuat-buat.
3. Temukan Titik Temu
Selama percakapan, pastikan mendengarkan apa yang calon mertua Anda bicarakan. Coba cari apa kesamaan dan apa yang mereka sukai.
Membicarakan sesuatu yang sama-sama disukai akan membuat pembicaraan terasa mengalir. Jika Anda adalah orang yang mudah gugup untuk mencari topik di tengah pembicaraan, Anda bisa bertanya pada pasangan Anda tentang apa hobi, minat, atau hal-hal yang disukai calon mertua Anda.
Lalu jika Anda kehabisan topik, Anda bisa mengandalkan topik yang pasti bisa Anda bicarakan dengan calon mertua Anda. Yakni, pasangan Anda.