← Beranda
7 Kebiasaan Orang yang Konsisten Meraih Kesuksesan dalam Kariernya, Menurut Psikologi
Yurahmi PutriKamis, 1 Mei 2025 | 23.05 WIB
Kebiasaan Orang yang Konsisten Meraih Kesuksesan dalam Kariernya./Freepik.

JawaPos.com - Pernah bertanya-tanya mengapa ada orang yang tampak selalu naik level dalam kariernya, sementara yang lain tetap di tempat selama bertahun-tahun?

Banyak yang cepat menyimpulkan bahwa itu soal keberuntungan atau koneksi. Namun menurut para psikolog, ada pola perilaku tertentu yang secara konsisten terlihat pada mereka yang sukses dalam jangka panjang.

Dilansir JawaPos.com dari laman Blog Herald pada Kamis, 1 Mei 2025. Berikut adalah 7 kebiasaan penting yang membedakan orang-orang dengan performa tinggi dalam dunia kerja.

Dan kabar baiknya—kebiasaan ini tidak butuh ijazah prestisius atau pengalaman segudang. Yang Anda butuhkan hanyalah komitmen untuk tumbuh.

1. Menetapkan Tujuan dengan Cara yang Spesifik dan Terencana

Banyak orang ingin “sukses” atau “naik gaji”. Tapi tanpa tujuan yang jelas, keinginan itu mudah menguap.

Orang sukses tahu apa yang mereka kejar, kapan mereka ingin mencapainya, dan bagaimana caranya. Mereka memecah target besar menjadi langkah-langkah kecil yang terukur. Misalnya:

Alih-alih berkata, “Saya ingin naik gaji,”
Mereka bilang, “Saya ingin kenaikan 10% dalam 12 bulan dengan menguasai keterampilan baru X.”

Psikolog Daniel Goleman menyebut kesadaran diri sebagai komponen penting dalam penetapan tujuan. Saat Anda memahami kekuatan dan kelemahan pribadi, Anda lebih siap menyusun rencana yang realistis sekaligus menantang.

Kunci suksesnya: konkret, terukur, dan konsisten dievaluasi.

2. Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ)

Keahlian teknis penting, tetapi tanpa kemampuan memahami dan mengelola emosi, potensi Anda bisa tersendat.

EQ mencakup tiga aspek utama:

Mengenali emosi sendiri

Mengendalikan reaksi emosional

Memahami perasaan orang lain

Orang dengan EQ tinggi bisa membaca situasi, menangani konflik dengan bijak, dan membangun kepercayaan tim.

Seperti yang dikatakan Brené Brown, kerentanan yang tepat bisa menciptakan koneksi kuat. Kejujuran yang disampaikan dengan percaya diri adalah kekuatan besar dalam kepemimpinan modern.

3. Terbuka terhadap Masukan—Termasuk yang Sulit Diterima

Sulit memang menerima kritik, apalagi setelah kita bekerja keras. Tapi di dunia profesional, masukan adalah bahan bakar untuk pertumbuhan.

Mereka yang unggul justru mencari feedback, bukan menghindarinya.

Mereka tidak defensif, tapi reflektif. Masukan bisa datang dari siapa saja: atasan, rekan kerja, bahkan bawahan.

Cobalah bertanya langsung,
“Apa yang bisa saya tingkatkan?” atau
“Bagian mana dari pekerjaan saya yang bisa lebih baik?”

Dengan pola pikir terbuka, Anda lebih cepat menyesuaikan diri dalam lingkungan kerja yang terus berubah.

4. Menjaga Keseimbangan Antara Kerja Keras dan Perawatan Diri

Budaya hustle sering mengagungkan kerja tanpa henti. Tapi faktanya, kerja berlebihan tanpa istirahat justru menurunkan performa dalam jangka panjang.

Mereka yang sukses tahu kapan harus gas dan kapan rem. Mereka tidak takut mengambil jeda untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Psikolog Carl Rogers menyebut konsep "kongruensi", yaitu keadaan ketika tindakan kita sejalan dengan kebutuhan batin kita.

Artinya: istirahat bukan kemunduran, tapi strategi untuk berkelanjutan.

5. Bangkit dari Kegagalan dengan Ketahanan Mental

Tidak ada perjalanan karier yang selalu mulus. Kegagalan pasti datang—entah gagal promosi, proyek yang tak berjalan, atau kritik pedas dari atasan.

Namun, orang yang sukses tidak tenggelam dalam kegagalan. Mereka belajar darinya.

Mereka bertanya:

Apa yang bisa saya pelajari dari situasi ini?

Apa yang bisa saya lakukan berbeda di masa depan?

Alih-alih menyalahkan diri, mereka memperlakukan kesalahan sebagai data untuk berkembang.

Ketahanan mental adalah otot. Semakin sering dilatih, semakin kuat.

6. Membangun Hubungan Profesional yang Otentik

Networking bukan sekadar hadir di seminar dan membagikan kartu nama. Orang-orang sukses membangun relasi yang tulus, bukan transaksional.

Mereka hadir saat dibutuhkan, dan tidak segan memberi bantuan terlebih dahulu.

Mereka tahu: kesuksesan jarang dicapai sendirian. Anda butuh mentor, rekan kerja, bahkan komunitas yang bisa jadi pendukung.

Relasi yang kuat adalah penyangga saat menghadapi keputusan besar atau masa-masa sulit dalam karier.

7. Terus Belajar dan Rasa Ingin Tahu yang Tak Pernah Padam

Dunia kerja berubah cepat. Teknologi, tren, dan tuntutan baru datang silih berganti.

Mereka yang ingin tetap relevan adalah mereka yang selalu belajar.

Bisa lewat:

Kursus online

Workshop

Membaca tren industri

Mengasah keterampilan baru

Susan Cain pernah menulis bahwa belajar dalam diam bisa mempercepat penguasaan. Jadi meski Anda introvert, rasa ingin tahu tetap bisa jadi aset.

Belajar tidak selalu harus besar. Yang penting adalah konsistensi dan kemauan melangkah ke zona baru.

Dari luar, kesuksesan karier mungkin terlihat seperti keberuntungan. Tapi bila ditelisik lebih dalam, ada kebiasaan nyata yang membentuknya.

???? Menetapkan tujuan spesifik
???? Mengasah kecerdasan emosional
???? Mencari masukan
???? Menjaga keseimbangan kerja-hidup
???? Belajar dari kegagalan
???? Membangun relasi otentik
???? Terus belajar

Jika Anda mulai menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini hari ini, maka jalur karier Anda tak lagi seperti permainan untung-untungan. Ia menjadi perjalanan bertahap yang terarah dan memuaskan.

Mulailah dari satu langkah kecil. Konsistensi akan membawa Anda jauh.

EDITOR: Hanny Suwindari