JawaPos.com - Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang orang-orang yang membaca buku Harry Potter. Mereka menunggu setiap kali buku itu dirilis, mengantri untuk pemutaran perdana film, dan mungkin masih menyimpan beberapa barang koleksi sihir.
Menurut psikologi, tumbuh bersama dunia sihir Harry Potter dapat membentuk para penggemar ini dalam berbagai kualitas unik.
Serial ini, dengan narasinya yang kaya dan karakter yang kompleks telah menanamkan kualitas pada para pembaca yang membedakan mereka dari yang lain.
Dilansir dari Blog Herald, inilah tujuh kualitas unik dari orang yang tumbuh dengan membaca buku Harry Potter.
1. Empati
Tumbuh besar bersama Harry Potter bukan hanya tentang petualangan magis dan makhluk-makhluk fantastis. Menyelami karakter-karakter yang kompleks dan hubungan mereka yang rumit memiliki dampak yang mendalam pada pembaca.
Para psikolog menyarankan bahwa membenamkan diri dalam narasi orang lain, terutama yang beragam seperti yang ditemukan dalam seri Harry Potter, dapat mengembangkan rasa empati yang mendalam. Artinya, mereka sering kali merasa lebih mudah memahami dan berbagi perasaan orang lain,
Psikolog terkenal Carl Rogers pernah berkata, “Ketika seseorang benar-benar mendengarkan Anda tanpa menghakimi Anda, tanpa mencoba mengambil tanggung jawab atas Anda, tanpa mencoba membentuk Anda, rasanya sangat menyenangkan!”
Kualitas mendengarkan dengan penuh empati inilah yang seringkali unggul dalam diri para pembaca Harry Potter, yang menjadikan mereka sahabat, mitra, dan kolega yang sangat berharga dalam hidup kita.
2. Merangkul hal yang tidak dikenalnya
Mereka yang membaca tentang perjalanan Harry dari lemari di bawah tangga ke Sekolah Sihir Hogwarts untuk merangkul hal yang tidak diketahui. Seperti Harry yang melangkah ke Peron 9¾ untuk pertama kalinya, para pembaca dibawa ke dunia asing, penuh keajaiban dan misteri.
Tumbuh dengan cerita-cerita ini, para Potterhead belajar tidak hanya untuk menerima hal yang tidak dikenal tetapi juga untuk mencarinya, mempertanyakannya, dan mendalaminya.
Mereka belajar bahwa hal yang tidak dikenal bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk tumbuh dan menemukan. Hal ini berlanjut hingga kehidupan dewasa kami, membuat kami lebih terbuka terhadap pengalaman dan ide baru.
Psikolog terkenal Abraham Maslow pernah berkata, “Pada setiap momen tertentu, kita punya dua pilihan: melangkah maju menuju pertumbuhan atau melangkah mundur menuju rasa aman.”
3. Memahami kekuatan pilihan
Penggemar Harry Potter tampaknya memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya pilihan. Serial ini, pada intinya, merupakan pengingat terus-menerus bahwa pilihan kita lebih menentukan siapa kita, ketimbang kemampuan kita.
Dari keputusan Harry untuk memilih Gryffindor ketimbang Slytherin hingga pilihan Snape untuk melindungi Harry, meski ia membenci James Potter, kisah-kisah ini telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada diri para penggemarnya.
Kekuatan memilih adalah pelajaran yang dibawa dari halaman buku-buku ini ke dalam kehidupannya sendiri. Mereka memahami bahwa bukan keadaan kita, melainkan bagaimana cara kita menanggapinya yang membentuk karakter dan takdir kita.
Pemahaman yang jujur dan tulus ini telah membuat mereka tangguh dalam menghadapi kesulitan dan sadar akan tindakannya.
Psikolog Viktor E. Frankl, dalam bukunya Man's Search for Meaning, menulis: “Antara stimulus dan respons terdapat ruang. Di ruang tersebut terdapat kekuatan kita untuk memilih respons kita. Dalam respons kita terletak pertumbuhan dan kebebasan kita.”
4. Merangkul keberagaman
Salah satu pelajaran paling abadi dari seri Harry Potter adalah pentingnya keberagaman dan penerimaan. Buku-buku itu penuh dengan karakter dengan latar belakang, ras, dan kemampuan yang berbeda, semuanya hidup berdampingan di dunia magis.
Representasi ini telah memengaruhi pembaca untuk lebih menerima dan menghargai keberagaman dalam kehidupan nyata. Membaca buku Harry Potter mengurangi prasangka dan meningkatkan empati terhadap kelompok terpinggirkan.
Hal ini mungkin karena para pembaca mengidentifikasi diri dengan Harry, yang karakternya sering kali bersimpati terhadap kelompok terpinggirkan, seperti peri rumah atau penyihir kelahiran Muggle.
Serial ini secara halus telah membentuk para pembacanya menjadi individu yang menghargai keberagaman dan menumbuhkan inklusivitas, suatu kualitas yang lebih penting saat ini daripada sebelumnya.
5. Percaya pada kekuatan persahabatan
Dari kesetiaan Harry, Ron, dan Hermione yang tak tergoyahkan satu sama lain, hingga keakraban Orde Phoenix, hubungan-hubungan ini menunjukkan kepada kita pentingnya untuk tetap bersatu.
Kita telah belajar bahwa yang penting bukanlah siapa yang telah lama kamu kenal, melainkan siapa yang datang ke dalam hidupmu dan berkata, "Aku di sini untukmu."
Sentimen ini digaungkan oleh Brian Tracy yang berkata, “Hadiah terbesar yang dapat Anda berikan kepada orang lain adalah hadiah berupa cinta dan penerimaan tanpa syarat.”
Para pembaca Harry Potter telah memahami pelajaran ini, menghargai persahabatan dengan kedalaman dan pengertian yang membedakan mereka.
6. Tidak takut kegelapan
Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda duga, penggemar Harry Potter tidak hanya menyukai sapu dan Butterbeer. Mereka telah menjelajahi tema-tema yang lebih gelap dari serial ini, dan paparan terhadap 'kegelapan' ini memberikan dampak positif.
Meskipun tema-tema ini mungkin terdengar intens untuk serial anak-anak, tema-tema ini telah membekali kita dengan ketahanan tertentu. Kita telah belajar bahwa tidak apa-apa untuk mengakui ketakutan kita dan menghadapinya secara langsung, seperti yang dilakukan Harry terhadap Dementornya.
Psikolog terkenal Carl Jung berkata, “Seseorang tidak akan tercerahkan dengan membayangkan sosok cahaya, tetapi dengan membuat kegelapan menjadi sadar.”
Serial Harry Potter telah membantu kita melakukan hal itu, yaitu menghadapi dan memahami kegelapan kita, membuat kita lebih kuat dan lebih sadar diri dalam prosesnya.
7. Menghargai cinta di atas segalanya
Pelajaran utama dari serial Harry Potter adalah cinta mengalahkan segalanya. Dari pengorbanan Lily Potter untuk Harry hingga cinta yang akhirnya mengalahkan Voldemort, pembaca telah diajarkan untuk menghargai cinta di atas segalanya.
Seperti yang pernah dikatakan oleh psikolog Erich Fromm, “Cinta adalah satu-satunya jawaban yang waras dan memuaskan terhadap permasalahan keberadaan manusia.”
Para Potterhead, yang dibentuk oleh pesan abadi ini, tumbuh dengan pemahaman akan kekuatan cinta yang transformatif dalam hidup kita. Cinta, dalam segala bentuknya, adalah keajaiban yang kami yakini.