← Beranda

9 Sifat Langka yang Dimiliki Orang Tua Hebat Menurut Psikologi, Salah Satunya Mengakui Kesalahan

Tazkia Royyan HikmatiarJumat, 18 April 2025 | 20.39 WIB
Ilustrasi kebiasaan yang dimiliki orang tua hebat untuk membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan penuh kasih. (Freepik)

JawaPos.com - Menjadi orang tua itu bukan sekadar memberi makan, mengatur waktu tidur, atau memastikan PR anak beres. Itu lebih seperti menanam benih dan dengan penuh harap melihatnya tumbuh jadi sesuatu yang luar biasa.

Orang tua yang benar-benar luar biasa tidak hanya memberi nasihat, mereka mencontohkan langsung dalam keseharian. Mereka mendidik lewat momen-momen kecil, berantakan, tapi penuh makna. Dari kesabaran saat susu tumpah, sampai cinta yang tetap utuh meski hari terasa kacau.

Nah, ini dia 9 sifat yang menurut psikologi, bisa bikin kamu jadi orang tua hebat, dikutip dari Small Business Bonfire, Jumat (18/4).

1. Mencontohkan Kecerdasan Emosional

Anak-anak itu seperti spons—mereka menyerap apa pun yang mereka lihat dan dengar di sekitar mereka. Termasuk bagaimana caranya mengelola emosi.

Orang tua hebat sadar bahwa cara terbaik mengajarkan anak tentang emosi adalah dengan menunjukkan bagaimana mereka sendiri menghadapinya. Bukan cuma bilang “jangan marah,” tapi juga memperlihatkan bagaimana tetap tenang saat situasi memanas.

Dengan bersikap sadar diri, empatik, dan bisa mengendalikan perasaan, kita sebenarnya sedang menanamkan fondasi penting buat anak jadi pribadi yang cerdas secara emosional.

2. Sabar di Tengah Kekacauan

Mengasuh anak jelas penuh ujian. Kadang butuh menarik napas dalam berkali-kali sebelum bicara.

Contohnya waktu anak saya dengan polosnya mengacak-acak tas makeup saya dan membuat wajah serta kamar mandi jadi kanvas seni dadakan. Alih-alih langsung marah, saya memilih untuk tenang dan menjadikannya momen belajar.

Kesabaran seperti ini bukan cuma menjaga suasana tetap damai, tapi juga mengajarkan anak cara mengontrol diri dan menghargai milik orang lain.

3. Memupuk Rasa Ingin Tahu

Tahukah kamu, anak kecil bisa mengajukan hingga 300 pertanyaan sehari? Meski kadang melelahkan, ini sebenarnya adalah kesempatan emas.

Orang tua hebat tahu bahwa setiap pertanyaan, sekonyol apa pun, adalah pintu masuk untuk menumbuhkan semangat belajar. Kalau kamu tak tahu jawabannya? Ajak anak cari tahu bersama. Ini bukan cuma menjawab rasa penasaran mereka, tapi juga mengajarkan bahwa mencari ilmu itu menyenangkan.

4. Memberikan Cinta Tanpa Syarat

Cinta itu penting, tapi cinta tanpa syarat adalah hal yang benar-benar membedakan orang tua luar biasa dari yang biasa.

Mencintai anak tak berarti membiarkan perilaku buruk. Tapi artinya tetap menyayangi mereka meski mereka membuat kesalahan, sambil tetap membimbing dengan tegas dan penuh kasih.

Ketika anak merasa aman dalam cinta orang tuanya, mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan harga diri yang kuat.

5. Menetapkan Batasan yang Jelas

Cinta tanpa batas bukan berarti segalanya boleh. Anak tetap butuh aturan. Batasan itu penting agar mereka merasa aman dan tahu mana yang boleh dan tidak.

Orang tua yang hebat menetapkan batasan yang jelas dan masuk akal. Mereka menjelaskan alasannya, bukan sekadar berkata "karena Mama bilang begitu."

Batasan bukan untuk mengekang, tapi membimbing agar anak belajar tanggung jawab dan disiplin.

6. Jadi Pendukung Nomor Satu Anak

Anak butuh tahu bahwa ada seseorang yang percaya penuh pada mereka—dan itu adalah kamu.

Tugas orang tua bukan mendorong anak jadi yang terbaik di kelas atau lapangan, tapi menumbuhkan keyakinan bahwa mereka bisa menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Dukung mimpi mereka, rayakan keberhasilan kecilnya, dan beri semangat saat mereka jatuh. Itu yang akan membentuk mental tangguh dan kepercayaan diri mereka.

7. Berani Mengakui Kesalahan

Nggak ada orang tua yang sempurna, dan itu bukan masalah. Yang penting adalah berani mengakui saat kita salah.

Pernah suatu waktu saya ngotot soal proyek sains anak saya, lalu sadar belakangan kalau saya yang keliru. Saya minta maaf, dan dari situ anak belajar bahwa bahkan orang dewasa pun bisa salah—dan harus bertanggung jawab.

Sikap ini menunjukkan pada anak pentingnya jujur dan rendah hati.

8. Menghargai Anak Sebagai Individu

Menghormati anak bukan berarti memanjakan. Tapi lebih kepada mengakui bahwa mereka adalah manusia seutuhnya—punya pikiran, perasaan, dan pendapat sendiri.

Orang tua hebat mendengarkan anak, tidak mengecilkan perasaan mereka, dan memberikan ruang untuk mereka mengekspresikan diri.

Dengan menunjukkan rasa hormat, kita menanamkan nilai empati dan penghargaan terhadap orang lain.

9. Menciptakan Ruang yang Aman

Pada akhirnya, anak butuh tahu bahwa mereka bisa datang ke kamu kapan saja—tanpa takut dihakimi.

Ruang aman itu bukan cuma secara fisik, tapi juga emosional. Anak tahu bahwa kamu selalu ada untuk mendengarkan, mendukung, dan membantu mereka menghadapi apa pun.

Lingkungan seperti ini membuat anak merasa dicintai dan diterima. Dari sinilah mereka tumbuh dengan sehat, kuat, dan bahagia.

Penutup

Mengasuh anak bukan soal menjadi sempurna, tapi soal hadir dengan sepenuh hati—di tengah tawa, tangis, dan kekacauan kecil yang indah.

Karena pada akhirnya, anak tidak butuh orang tua yang sempurna. Mereka hanya butuh kamu yang nyata—yang terus belajar, tumbuh, dan mencintai mereka tanpa syarat.

EDITOR: Edy Pramana