← Beranda
7 Ciri-Ciri Perempuan yang Selalu Membatalkan Rencana di Menit-menit Terakhir, Apapun Alasannya Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 8 Maret 2025 | 22.24 WIB
seseorang yang membatalkan rencana di menit-menit terakhir. (Freepik/benzoix)

 

JawaPos.com - Pernahkah Anda memiliki teman, pasangan, atau kolega yang selalu membatalkan rencana di saat-saat terakhir? 

Anda sudah menata jadwal, membuat rencana, dan mungkin sudah siap berangkat, tetapi tiba-tiba ada pesan masuk: "Maaf, aku nggak bisa datang hari ini." 

Jika ini hanya terjadi sesekali, mungkin masih bisa dimaklumi. Namun, jika seseorang terus-menerus membatalkan rencana, ada alasan psikologis di baliknya.

Mengapa beberapa perempuan tampaknya memiliki pola ini? Dilansir dari Small Biz Technology pada Sabtu (8/3), terdapat tujuh ciri yang sering dimiliki oleh perempuan yang selalu membatalkan rencana di menit-menit terakhir, apa pun yang terjadi.

1. Dia Memiliki Kecemasan Sosial yang Tidak Terlihat


Beberapa perempuan yang sering membatalkan rencana di menit-menit terakhir sebenarnya berjuang dengan kecemasan sosial. 

Awalnya, mereka mungkin merasa bersemangat untuk bertemu teman atau menghadiri acara, tetapi semakin dekat dengan waktunya, rasa cemas mereka meningkat.

Mereka mulai memikirkan berbagai kemungkinan negatif: "Bagaimana kalau aku canggung?" "Bagaimana kalau aku tidak tahu harus berbicara apa?" atau "Bagaimana kalau orang lain menghakimiku?" 

Akhirnya, mereka membatalkan rencana sebagai cara untuk menghindari perasaan tidak nyaman tersebut.

2. Dia Sering Merasa Kelelahan Emosional

Perempuan yang selalu membatalkan rencana di menit-menit terakhir sering kali mengalami kelelahan emosional. 

Mereka mungkin memiliki jadwal yang padat, beban kerja yang tinggi, atau banyak tekanan dalam kehidupan pribadi mereka.

Saat pertama kali menerima ajakan, mereka merasa baik-baik saja. Namun, ketika hari itu tiba, energi mereka telah habis, dan menghadiri acara terasa seperti tugas berat. 

Mereka memilih untuk membatalkan rencana bukan karena tidak peduli, tetapi karena benar-benar tidak memiliki tenaga emosional untuk hadir.

3. Dia Sulit Mengatakan "Tidak" Sejak Awal


Sebagian perempuan tidak ingin mengecewakan orang lain, jadi mereka langsung berkata "iya" setiap kali diajak bertemu, meskipun sebenarnya mereka tidak ingin atau tidak yakin bisa datang.

Saat waktu semakin dekat, mereka menyadari bahwa mereka tidak benar-benar ingin pergi atau tidak punya waktu untuk itu. 

Akhirnya, mereka membatalkan rencana. Ini sering terjadi pada orang-orang yang memiliki sifat people pleaser—mereka lebih memilih membatalkan di menit terakhir daripada mengatakan "tidak" dari awal.

4. Dia Cenderung Impulsif dan Kurang Merencanakan dengan Baik


Orang-orang dengan kepribadian impulsif sering kali membuat keputusan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. 

Mereka mungkin dengan antusias menerima ajakan tanpa mengecek jadwal atau mempertimbangkan apakah mereka benar-benar bisa hadir.

Ketika tiba saatnya, mereka baru menyadari bahwa mereka sudah memiliki komitmen lain atau tidak bisa melakukannya. 

Ini membuat mereka sering membatalkan rencana di menit-menit terakhir, bukan karena tidak peduli, tetapi karena kurang perencanaan.

5. Dia Lebih Menyukai Kenyamanan daripada Keluar Rumah

Beberapa perempuan lebih suka menghabiskan waktu sendiri di rumah daripada keluar, terutama jika mereka introvert atau menikmati kesendirian.

Ketika awalnya dia setuju untuk bertemu, mungkin dia benar-benar ingin melakukannya.

Namun, ketika hari itu tiba, dia merasa lebih nyaman di rumah dan mulai mencari alasan untuk tidak pergi. 

Akhirnya, dia membatalkan rencana karena merasa lebih baik tetap berada di zona nyamannya.

6. Dia Sering Mengalami Mood Swings

Perempuan yang sering membatalkan rencana juga cenderung memiliki perubahan suasana hati yang cepat (mood swings). 

Hari ini dia mungkin merasa bersemangat untuk pergi keluar, tetapi besok suasana hatinya berubah drastis, dan dia kehilangan minat untuk bersosialisasi.

Perubahan mood ini bisa disebabkan oleh faktor hormonal, stres, atau bahkan kondisi psikologis tertentu seperti gangguan kecemasan atau depresi. 

Bagi orang lain, ini mungkin tampak tidak konsisten, tetapi bagi mereka, itu adalah respons terhadap perubahan emosional yang nyata.

7. Dia Tidak Menganggap Komitmen Sosial sebagai Prioritas

Bagi sebagian perempuan, komitmen sosial bukanlah prioritas utama. 

Mereka mungkin lebih memprioritaskan pekerjaan, keluarga, atau waktu untuk diri sendiri.

Ketika harus memilih antara menghadiri acara sosial atau melakukan sesuatu yang menurut mereka lebih penting, mereka cenderung membatalkan rencana. 

Ini bukan berarti mereka tidak peduli dengan teman-temannya, tetapi lebih kepada bagaimana mereka memprioritaskan hidup mereka.

Kesimpulan

Jika Anda mengenal seseorang yang sering membatalkan rencana di menit-menit terakhir, cobalah memahami alasan di baliknya. 

Bisa jadi mereka berjuang dengan kecemasan, kelelahan emosional, atau sekadar memiliki prioritas yang berbeda.

Jika Anda adalah orang yang sering membatalkan rencana, mungkin ini saatnya untuk lebih jujur dengan diri sendiri dan orang lain. 

Belajarlah untuk mengatakan "tidak" sejak awal jika Anda merasa tidak yakin.

Dengan begitu, Anda bisa menjaga hubungan sosial yang lebih sehat tanpa mengecewakan orang lain secara terus-menerus.


***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti