Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 05.51 WIB

Sering Disebut Generasi yang Hilang dan Dianggap Gagal, Ternyata Generasi Milenial Hanya Tumbuh di Masa yang Paling Sulit

Di Antara Tekanan Ekonomi, Beban Utang, dan Realita Hidup yang Tak Seimbang (UNSPLASH) - Image

Di Antara Tekanan Ekonomi, Beban Utang, dan Realita Hidup yang Tak Seimbang (UNSPLASH)

JawaPos.com - Dalam setiap pergantian zaman, selalu ada generasi yang menjadi sorotan—baik karena keberhasilannya maupun karena kesalahpahaman yang melekat padanya. Generasi milenial adalah salah satu yang paling sering menjadi bahan perdebatan.

 Di satu sisi, mereka dianggap tidak cukup tangguh. Di sisi lain, mereka justru menjalani hidup dalam kondisi yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.

Banyak penilaian yang muncul tanpa benar-benar memahami latar belakang yang membentuk generasi ini.

Label seperti “malas” atau “terlalu berharap banyak” sering kali dilontarkan begitu saja, seolah-olah semua tantangan yang mereka hadapi adalah hasil dari pilihan pribadi. Padahal, realitas yang terjadi jauh lebih dalam dari sekadar persepsi tersebut.

Menurut ulasan yang bersumber dari YourTango, generasi milenial—terutama mereka yang lahir pada awal hingga akhir 1980-an—bukanlah generasi yang hilang.

Mereka hanya tumbuh dewasa di waktu yang bisa dibilang sebagai salah satu periode paling sulit secara ekonomi dan sosial, yang secara langsung memengaruhi perjalanan hidup mereka.

1. Dicap Sebagai “Generasi yang Hilang” Karena Kesenjangan Kekayaan

Istilah “generasi yang hilang” muncul dari penelitian yang menunjukkan bahwa milenial, khususnya yang lebih tua, mengalami kesulitan dalam membangun kekayaan. Setelah krisis ekonomi besar, jarak antara generasi muda dan tua semakin melebar. Banyak dari mereka yang tidak pernah benar-benar pulih secara finansial, bukan karena kurang usaha, tetapi karena titik awal mereka sudah berada dalam kondisi yang tidak seimbang.

2. Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi yang Mengubah Segalanya

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menikmati masa kejayaan ekonomi, milenial justru memasuki dunia dewasa saat kondisi sedang tidak stabil. Krisis finansial global menjadi latar belakang penting yang membentuk pola pikir dan kondisi ekonomi mereka. Mereka menyaksikan langsung bagaimana orang tua mereka berjuang, sehingga rasa cemas terhadap keuangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore