Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Februari 2026 | 19.51 WIB

8 Situasi di Mana Lebih Baik Anda Tetap Diam Karena Itu Lebih Ampuh Menurut Psikologi

seseorang yang lebih cocok menjadi pemimpin


JawaPos.com - Dalam budaya yang mendorong kita untuk selalu bereaksi, berpendapat, dan membela diri, diam sering dianggap sebagai kelemahan. Padahal, menurut psikologi, diam justru bisa menjadi bentuk kekuatan mental yang sangat tinggi. Tidak semua hal perlu ditanggapi, tidak semua konflik perlu dibalas, dan tidak semua provokasi perlu dijawab.

Diam bukan berarti kalah. Diam adalah strategi emosional.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (11/2), terdapat 8 situasi di mana tetap diam justru lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berdampak secara psikologis.

Ketika marah, kecewa, atau tersinggung, otak berada dalam kondisi amigdala hijack — bagian emosional mengambil alih logika. Dalam kondisi ini, kata-kata yang keluar hampir selalu impulsif dan destruktif.

Secara psikologis:

Emosi tinggi → kontrol diri rendah

Respon impulsif → penyesalan jangka panjang

Diam memberi waktu bagi sistem saraf untuk menenangkan diri dan mengembalikan fungsi logis otak (prefrontal cortex). Ini membuat Anda tidak memperburuk situasi.

Diam = jeda kognitif = penyelamatan diri

Beberapa orang tidak ingin solusi. Mereka hanya ingin reaksi emosional Anda. Ini dikenal dalam psikologi sebagai provocation-seeking behavior.

Jika Anda bereaksi:

Mereka merasa menang

Anda kehilangan kontrol emosi

Konflik berlanjut tanpa solusi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore