Ilustrasi seorang suami yang tidak dihargai dalam pernikahannya (freepik/jcomp)
JawaPos.com - Banyak yang mengira keretakan rumah tangga selalu dimulai dengan pertengkaran hebat. Padahal, tanda-tanda ketidakbahagiaan sering kali muncul dari hal sepele, terutama lewat kebiasaan sebelum tidur. Rutinitas malam hari sebenarnya adalah momen paling jujur dalam sebuah hubungan karena di saat itulah pertahanan diri seseorang mulai menurun.
Para ahli hubungan menyebutkan bahwa perilaku seperti menjauh secara fisik atau asyik sendiri dengan ponsel di tempat tidur bisa menjadi sinyal emosional yang serius. Perasaan tidak puas, tertekan, atau terputus secara emosional sering kali tercermin dari bagaimana seseorang menutup harinya.
Dikutip dari Your Tango, berikut adalah beberapa tanda kebiasaan suami sebelum tidur yang perlu Anda perhatikan.
1. Sengaja Menarik Diri dan Menghindari Interaksi
Pernahkah Anda merasa suami sengaja begadang sendirian atau langsung memejamkan mata tanpa sepatah kata pun? Jika ini terjadi terus-menerus, bisa jadi ia sedang menarik diri secara emosional. Menghindari momen sebelum tidur sering kali menjadi cara seseorang melarikan diri dari perasaan yang sulit diungkapkan.
Penelitian dalam Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa perilaku menghindar justru memperburuk masalah. Pasalnya, orang yang menekan emosi cenderung tidak hanya kehilangan kemampuan mengelola stres, tetapi juga kesulitan menikmati momen positif bersama pasangannya.
2. Menjadikan Layar Ponsel sebagai Pelarian
Kebiasaan scrolling media sosial atau menonton video hingga larut malam di samping pasangan sering dianggap wajar. Namun, jika ini dijadikan tameng untuk menghindari obrolan, Anda patut waspada. Bagi sebagian pria, layar ponsel menjadi "tempat aman" untuk melarikan diri dari tekanan batin.
Hiburan digital ini memberikan kenyamanan sementara, namun di sisi lain menciptakan jarak yang lebar. Pasangan akan merasa diabaikan, sementara suami merasa aman karena "tidak diganggu", padahal keduanya sedang kehilangan kedekatan yang esensial.
3. Hilangnya Ruang Aman untuk Terbuka
Pria yang tidak memiliki ruang aman untuk bercerita cenderung memendam emosinya. Sayangnya, emosi yang terpendam ini bisa meledak menjadi kecemasan atau frustrasi. Para ahli menilai bahwa pernikahan yang minim keterbukaan membuat kedua belah pihak rentan terhadap stres emosional.
Tanpa komunikasi yang jujur, keintiman akan memudar meski rutinitas harian tetap berjalan normal. Menciptakan waktu tanpa gangguan sebelum tidur bisa menjadi langkah awal untuk membangun kembali kepercayaan tersebut.
4. Lingkaran Emosi Negatif yang Terus Berulang
Ketidakbahagiaan dalam pernikahan sering kali berkaitan erat dengan kondisi mental seseorang. Studi dalam Couple and Family Psychology menunjukkan bahwa ketidakpuasan pernikahan dan depresi sering kali saling berkaitan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
