
Ilustrasi pasangan suami istri paruh baya sedang duduk santai di teras rumah merencanakan kegiatan masa pensiun bersama./Freepik
JawaPos.com - Banyak pria melangkah masuk ke masa pensiun dengan keyakinan penuh bahwa mereka telah merencanakan segalanya secara sempurna dan matang.
Perhitungan keuangan telah selesai, saldo investasi sudah dicek, dan mungkin RV impian selama ini sudah terbeli untuk persiapan masa depan yang tenang. Melansir dari Global English Editing Jumat (17/10).
Namun, sering kali istri hanya memberikan pandangan khas seolah berkata, "Sudah kucoba bilang padamu, tetapi kamu tidak mendengarkan." Setelah puluhan tahun bekerja keras, ternyata istri sering kali lebih dulu melihat titik buta para suami dalam menyusun rencana pensiun yang seimbang.
1. Menganggap Uang adalah Segalanya
Para pria senang sekali berkutat dengan spreadsheet, terobsesi pada kalkulator pensiun, dan sering mengabaikan aspek kehidupan yang lebih penting. Istri terus bertanya "Apa yang akan kamu lakukan sepanjang hari?" serta "Sudahkah kamu memikirkan dengan siapa kamu akan menghabiskan waktu?"
Urusan rekening bank mungkin aman, tetapi banyak pria tiba-tiba merasa kehilangan tujuan hidup setelah hari ketiga pensiun. Ketiadaan pertemuan, masalah untuk dipecahkan, atau tujuan untuk dipenuhi dapat membuat suami merasa tertekan meskipun keuangannya sehat.
2. Meremehkan Biaya Perawatan Kesehatan
Kebanyakan pria merasa diri mereka tak terkalahkan saat usia 40-an, sehingga menepis saran istri untuk menabung lebih banyak demi biaya medis di masa depan. Kenyataannya, pasangan berusia 65 tahun diperkirakan membutuhkan biaya hingga ratusan ribu dolar untuk perawatan kesehatan setelah pensiun.
Kabar baiknya, istri sering kali sudah diam-diam menabung dalam rekening kesehatan terpisah, meskipun suami sempat protes karena dianggap over-saving. Dana cadangan ini menjadi penyelamat saat usia senja, terutama untuk biaya gigi implan, alat bantu dengar, dan obat resep.
3. Tidak Memiliki Hobi di Luar Pekerjaan
Selama puluhan tahun, bagi banyak pria, satu-satunya hobi mereka adalah bekerja, atau sesekali menonton TV di akhir pekan. Sementara sang istri sudah memiliki klub buku, berkebun, yoga, dan kegiatan lain yang terus dilakukan di luar pekerjaan.
Istri telah menyadarkan suaminya bahwa "Kamu butuh sesuatu di luar pekerjaan," tetapi respons umum pria seringkali "Pekerjaan adalah hobiku." Setelah pensiun, istri sudah siap dengan perlengkapan melukis atau sepatu hiking-nya, sedangkan sang suami tidak memiliki kegiatan apa-apa.
4. Mengabaikan Runtuhnya Jaringan Sosial
Satu di antara hal yang jarang disadari tentang pensiun adalah lingkaran sosial seorang pria menyusut dengan cepat dan drastis. Teman-teman kerja yang biasa makan siang bersama atau rekan kerja yang sering diajak mengeluh tentang manajemen akan menghilang dari rutinitas harian.
Istri sering kali sudah melihat hal ini datang karena mereka telah membangun dan menjaga persahabatan di luar lingkungan kerja selama beberapa dekade. Duduk sendirian di rumah sambil bertanya-tanya mengapa tidak ada yang menelepon bukanlah rencana pensiun yang baik dan sehat.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
