Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 01.09 WIB

7 Kesalahan Umum Pria dalam Masa Pensiun yang Sudah Diprediksi Istri Sejak Jauh Hari

Ilustrasi pasangan suami istri paruh baya sedang duduk santai di teras rumah merencanakan kegiatan masa pensiun bersama./Freepik - Image

Ilustrasi pasangan suami istri paruh baya sedang duduk santai di teras rumah merencanakan kegiatan masa pensiun bersama./Freepik

JawaPos.com - Banyak pria melangkah masuk ke masa pensiun dengan keyakinan penuh bahwa mereka telah merencanakan segalanya secara sempurna dan matang.

Perhitungan keuangan telah selesai, saldo investasi sudah dicek, dan mungkin RV impian selama ini sudah terbeli untuk persiapan masa depan yang tenang. Melansir dari Global English Editing Jumat (17/10).

Namun, sering kali istri hanya memberikan pandangan khas seolah berkata, "Sudah kucoba bilang padamu, tetapi kamu tidak mendengarkan." Setelah puluhan tahun bekerja keras, ternyata istri sering kali lebih dulu melihat titik buta para suami dalam menyusun rencana pensiun yang seimbang.

1. Menganggap Uang adalah Segalanya

Para pria senang sekali berkutat dengan spreadsheet, terobsesi pada kalkulator pensiun, dan sering mengabaikan aspek kehidupan yang lebih penting. Istri terus bertanya "Apa yang akan kamu lakukan sepanjang hari?" serta "Sudahkah kamu memikirkan dengan siapa kamu akan menghabiskan waktu?"

Urusan rekening bank mungkin aman, tetapi banyak pria tiba-tiba merasa kehilangan tujuan hidup setelah hari ketiga pensiun. Ketiadaan pertemuan, masalah untuk dipecahkan, atau tujuan untuk dipenuhi dapat membuat suami merasa tertekan meskipun keuangannya sehat.

2. Meremehkan Biaya Perawatan Kesehatan

Kebanyakan pria merasa diri mereka tak terkalahkan saat usia 40-an, sehingga menepis saran istri untuk menabung lebih banyak demi biaya medis di masa depan. Kenyataannya, pasangan berusia 65 tahun diperkirakan membutuhkan biaya hingga ratusan ribu dolar untuk perawatan kesehatan setelah pensiun.

Kabar baiknya, istri sering kali sudah diam-diam menabung dalam rekening kesehatan terpisah, meskipun suami sempat protes karena dianggap over-saving. Dana cadangan ini menjadi penyelamat saat usia senja, terutama untuk biaya gigi implan, alat bantu dengar, dan obat resep.

3. Tidak Memiliki Hobi di Luar Pekerjaan

Selama puluhan tahun, bagi banyak pria, satu-satunya hobi mereka adalah bekerja, atau sesekali menonton TV di akhir pekan. Sementara sang istri sudah memiliki klub buku, berkebun, yoga, dan kegiatan lain yang terus dilakukan di luar pekerjaan.

Istri telah menyadarkan suaminya bahwa "Kamu butuh sesuatu di luar pekerjaan," tetapi respons umum pria seringkali "Pekerjaan adalah hobiku." Setelah pensiun, istri sudah siap dengan perlengkapan melukis atau sepatu hiking-nya, sedangkan sang suami tidak memiliki kegiatan apa-apa.

4. Mengabaikan Runtuhnya Jaringan Sosial

Satu di antara hal yang jarang disadari tentang pensiun adalah lingkaran sosial seorang pria menyusut dengan cepat dan drastis. Teman-teman kerja yang biasa makan siang bersama atau rekan kerja yang sering diajak mengeluh tentang manajemen akan menghilang dari rutinitas harian.

Istri sering kali sudah melihat hal ini datang karena mereka telah membangun dan menjaga persahabatan di luar lingkungan kerja selama beberapa dekade. Duduk sendirian di rumah sambil bertanya-tanya mengapa tidak ada yang menelepon bukanlah rencana pensiun yang baik dan sehat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore